Rabu, 29 April 2026

Tersangka Peragakan Pembunuhan Selo Alpiano Nababan

Sabtu, 16 Maret 2013 12:52 WIB
Tersangka Peragakan Pembunuhan Selo Alpiano Nababan
Mberngap Ginting
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Lubuk Pakam, (beritasumut.com) – Dengan pengawalan ketat petugas Idik I Satreskrim Polres Deli Serdang di bawah pimpinan Ipda S Simarmata, tersangka Santi Magdalena Br Manurung alias Mama Gors memperagakan pembunuhan bocah laki-laki, Selo Alpiano Nababan (4) warga Gang Motung, Dusun VII, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara di Halaman Mapolres Deli Serdang, Lubuk Pakam, Kamis (14/03/2013). Peragaan dilakukan menjelang pelaksanaan rekonstruksi pada Senin (18/03/2013) mendatang.

Tersangka memperagakan 16 adegan. Awalnya, tersangka memanggil korban masuk ke dalam rumah dan langsung menyarankan korban masuk ke kamar dengan dalih bermain-main dengan Jos, anak pelaku, Ahad (17/02/2013). Kemudian pelaku keluar dari kamar lalu mengambil tali plastik serta lakban. Lalu pelaku kembali masuk ke dalam kamar. Pada saat itu posisi Selo Alpiano Nababan persis membelakangi pelaku.

Lalu pelaku membekap mulut Selo memakai kain dan melakbannya sebanyak 4 kali. Kemudian kedua tangan serta kakinya diikat. Setelah itu korban dimasukkan ke kolong tempat tidur. Merasa aman, pelaku keluar rumah. Setelah mengetahui nomor kontak Sahar Nababan, orang tua korban, pelaku kembali masuk rumah sambil mengambil HP dan langsung melayangkan SMS ke ponsel milik orang tua korban dengan menggunakan kartu As 0853 6239 9840.

Isi SMS yang dilayangkan pelaku, “Selamat malam bapa, ibu. Anak kalian kami culik, kalau kalian mau melihat anak kalian hidup kami minta uang tebusan sebesar 2 M”. Tidak lama berselang, pelaku kembali mengirimkan pesan singkat. Kali ini SMS yang dilayangkannya meminta pihak keluarga tidak menghubungi polisi dan orang pintar. Karena yang menyuruh pelaku menculik korban adalah orang pintar. Pelaku memberi batas waktu penyerahan uang paling lambat 3 hari.

Akhirnya, orang tua korban membalas SMS yang dikirimkan pelaku. Orang tua korban saat itu hanya mampu menyetujui permintaan pelaku sebesar Rp10 juta. Tersangka kembali mengirimkan SMS meminta pihak keluarga agar menyerahkan uang sebesar Rp200 juta tepatnya pada Rabu. Orang tua Selo Alpiano Nababan kembali membalas SMS tersebut dan meminta tolong agar tersangka mau memperdengarkan suara anaknya. Saat itu tersangka tidak sempat membalas SMS orang tua korban karena anak tersangka bangun dari gendongan.

Pada adegan selanjutnya, tersangka kembali mengeluarkan korban dari kolong tempat tidur dengan niat untuk memberikan makan, Senin (18/02/2013). Kondisi korban saat itu masih bernyawa. Saat itu tersangka mengatakan Selo mau makan. Saat tersangka keluar dari kamar ingin mengambil piring ke dapur, tanpa diketahui suami tersangka pulang dari ladang. Takut kelakuannya diketahui, akhirnya tersangka mengurungkan niatnya memberi makan korban. Tersangka kembali memasukkan korban ke kolong tempat tidur.

Pada hari berikutnya, Selasa (18/02/2013) sekira pukul 18.00 WIB, Santi Magdalena Br Manurung alias Mama Gors, menitipkan anaknya kepada Nicolas Depin Sitinjak alias Koko. Setelah itu tersangka langsung kembali ke rumah dan masuk ke kamar melihat kondisi korban. Tubuh korban sudah terasa dingin ketika diraba tersangka. Lalu tersangka mengeluarkan korban dari bawah tidur. Melihat wajah korban sudah membiru, pelaku langsung membuka tali di bagian tangan dan kakinya. 

Selanjutnya jasad  Selo Alpiano Nababan langsung dimasukkan ke dalam tas. Lalu tas tersebut dimasukkan ke dalam goni dan jasad korban dikeluarkan melalui pintu belakang. Jasad korban diletakkan di tanah kosong di samping tumpukan kayu. Selajutnya tersangka masuk ke rumah membersihkan darah yang tercecer di lantai dengan kertas koran. Kemudian tersangka memberikan pewangi di lokasi itu. Tali plastik pengikat korban dan kertas koran dimasukkan ke kantong palstik lalu dibuang ketumpukan sampah di pinggir jalan besar yang diperkirakan 200 meter dari rumah korban.

Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara SH SIK MSi ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan peragaan guna memperlancar rekontruksi yang akan digelar pada Senin (18/03/2013). (BS-028)

Tags
beritaTerkait
Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat
Pelaku Pembunuhan Sadis yang Mayatnya Dibuang ke Sumur di Tanjung Selamat Terancam Hukuman Mati
Wanita Warga Menteng Medan Tewas Dirampok Kekasih, Jasadnya Dibuang ke Kebun Tebu Diski
Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati
LBH Medan Desak Pomdam I/BB Tetapkan Koptu HB Sebagai Tersangka
Koptu HB Tidak Hadir, Majelis Hakim Tunda Sidang Kasus Wartawan Rico Sempurna Pasaribu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker