Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo hingga kini masih berdampak terhadap sayuran dan komoditas pertanian khas produksi petani di Kabupaten Karo. Sayuran yang terpapar debu Sinabung menjadi cepat rusak, pedagang sayuran di sejumlah daerah mengaku merugi.
Di pasar tradisional Kabupaten Langkat, hampir seluruh komoditas sayur mayur berasal dari Kabupaten Tanah Karo. Mulai dari tomat, cabai, brokoli, kol, wortel, kentang, sawi, terong hingga selada seluruhnya berasal dari para petani di kaki Gunung Sinabung dan kaki Gunung Sibayak di Kabupaten Karo.
Sejak Gunung Sinabung bergejolak, hampir seluruh komoditas sayuran pasokannya berkurang. Bukan itu saja, sayur mayur dari Kabupaten Karo juga kotor dan berdebu akibat terpapar debu erupsi Gunung Sinabung. Para pedagang di pasar ini harus membersihkan sayur jualan mereka agar terlihat lebih bersih.
Menurut Sinurat, pedagang sayuran di sana, mengatakan, sayuran yang terpapar abu vulkanik Gunung Sinabung menyebakan kualitas sayuran berkurang dan tidak tahan lama. “Biasanya sayuran seperti tomat dan brokoli dapat bertahan selama lima hari, kini hanya bisa bertahan dua tiga hari saja, kemudian langsung layu dan busuk,” ujarnya.
Sinurat juga mengaku mengalami banyak kerugian akibat sayuran yang terkena oleh abu vulkanik ini, selain itu para konsumen juga banyak yang enggan membeli karena sayuran yang berabu. “Jelas kami mengalami banyak kerugian akibat abu vulkanik ini, para pembeli banyak yang tidak mau membeli, karena menganggap sayuran yang kami jual itu kotor,” sambungnya.(BS08)
Tags
beritaTerkait
komentar