Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisia
Peristiwa
Beritasumut.com-Permintaan makanan khas berbuka puasa meningkat hingga 5 kali lipat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Para pedagang musiman pun bermunculan untuk menjajakan dagangannya. Salah satunya makanan olahan dari biji pohon Aren (Arenga Pinnata) yang kerap dikenal dengan nama Kolang-kaling.
Kolang-kaling atau buah atap, merupakan nama cemilan kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Memasuki awal Ramadhan, pedagang musiman yang menjual kolang-kaling ini mulai bermunculan di sejumlah pasar-pasar radisional. Salah satunya adalah pasar tradisional di kecamatan Selesai, kabupaten Langkat. Timbunan buah kolang-kaling yang sudah diturunkan dari pohonnya terhampar hingga berton-ton banyaknya.
Fatimah, pemasok kolang-kaling di pasar tradisional kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, mengakui, permintaan kolang-kaling tidak hanya menembus pasar-pasar tradisional di Langkat, tetapi juga sudah menembus kota-kota lain seperti Batam, Aceh, Jakarta, hingga ke negara Malaysia.
Baca Juga:
"Setiap Ramadhan dan menjelang Idul fitri, permintaan kolang kaling pasti meningkat. Tahun ini meningkat jadi 5 kali lipat. Tiap hari biasanya kami harus menyiapkan lima ton buah kolang-kaling," terang Fatimah.
Kolang kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes yang berarti "benda-benda licin kecil" ini, diolah Fatimah dan para pekerjanya dengan sederhana. Sebelumnya, buah aren berwarna hijau ini direbus ke dalam wadah selama lebih kurang 2 jam. Setelah warnanya menguning, kemudian ditiriskan airnya dan dibiarkan mendingin. Buah yang sudah dingin lalu dikupas kulitnya dan diambil bijinya yang berwarna putih.
Baca Juga:
"Biasanya per kilogram kami jual seharga Rp 6000," ujar Fatimah. Sambil memasak kolang-kaling, dia menjelaskan, biji kolang-kaling yang sudah dikupas yang ditumbuk menggunakan kayu agar bentuknya melebar dan pipih. Kolang-kaling yang siap dijual, direndam air untuk menjaga citarasanya.
Sementara itu, sejumlah pekerja yang sehari-harinya mengais rezeki dari mengolah buah kolang-kaling di Langkat, mengaku gembira dengan pekerjaan yang dilakoninya. Mereka mengatakan, tingginya minat pembeli kolang-kaling menjadi keberkahan tersendiri dari bagi mereka dan keluarganya. (BS08)
puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisia
Peristiwa
Suasana di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mendadak tegang. Massa aksi Dewan Peduli Negri kali ini yang dipimpin oleh K
Peristiwa
beritasumut.com Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan p
Sosok
beritasumut.com Memenuhi tren kebutuhan ruang kerja modern yang mengutamakan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup (worklif
Ekonomi
Australia U19 keluar sebagai juara Piala AFF U19 2026 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 20 pada laga final di Stadion Utama Sumate
Berita
Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026, Sabtu malam (13/6/26).
Peristiwa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pengawasan dan penertiban aktivitas tambang ilegal dengan mengga
Politik & Pemerintahan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan d
Politik & Pemerintahan
Judi terbesar di Jalan Tengku Fachrudin, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/6/2026).
Berita
Maraknya judi ketangkasan tembak ikan logo "AB" di wilayah Kecamatan Hamparan Perak, menuai sorotan tajam. Dalam hal ini, Polsek Hamparan Pe
Peristiwa