Senin, 27 April 2026

KPPU: Perlu Ada Segmentasi Pasar untuk Melindungi Peternak

Jumat, 01 April 2016 15:50 WIB
KPPU: Perlu Ada Segmentasi Pasar untuk Melindungi Peternak
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Sumut, Beritasumut.com - Dalam Uji Materi terhadap Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 30 Ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2009  tentang  Peternakan  dan  Kesehatan  Hewan  terhadap  UUD  Tahun  1945,  Kamis (31/03/2016),  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI  menyampaikan  keterangan  dalam  Sidang  Uji  Materi  di Mahkamah Konstitusi.
 
Dalam keterangan tersebut, yang menjadi fokus KPPU dalam proses Uji Materi dimaksud adalah bagaimana menilai  dampak  integrasi  vertikal  yang  menutup  akses  terhadap  pasokan  penting  atau pembeli  utama,  atau  yang  digunakan  sebagai  sarana  untuk  koordinasi  kolusi  (melalui harga, output, kapasitas maupun kualitas).
 
Khusus dalam pengusahaan peternakan ayam, KPPU menilai integrasi vertikal yang saat ini terbentuk  tidak  selaras  dengan  prinsip-prinsip  persaingan  usaha  sehat  dan  tidak menciptakan  kesejahteraan  rakyat. 

"Padahal  sebagai  salah  satu  komoditi  strategis  dan mempunyai potensi pasar yang sangat besar  selayaknya  dapat  diusahakan oleh sebagian besar rakyat," ujar Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat dan Kerjasama KPPU RI Mohammad Reza, dalam kepada beritasumut.com, Jumat (01/04/2015).
 
Selanjutnya,  kata dia, guna  menjamin  aspek  keadilan  dalam  pengusahaan  peternakan  ayam  KPPU menilai  perlu  adanya  segmentasi  pasar  yang akan  melindungi  peternak  rakyat  dari persaingan bebas dengan peternak terintegrasi.(BS01)

Tags
beritaTerkait
KPPU Kanwil I Terima 15 Laporan Dugaan Pelanggaran di Berbagai Sektor Semester I
KPPU Kanwil I dan KNPI Kolaborasi Awasi Persaingan Usaha di Sumut
Prof. Ningrum: Pencegahan Diutamakan Dalam Pengawasan Kemitraan
KPPU Kanwil I Monitoring Harga Komoditi di Medan, Cabai Relatif Wajar
TikTok Temui KPPU, Sampaikan Komitmennya Bantu UMKM
Pelindo Kuala Tanjung Dilaporkan Terkait Dugaan Praktik Monopoli
komentar
beritaTerbaru
hit tracker