Minggu, 05 Juli 2026

Plt Gubernur Sumut Minta Industri Jasa Keuangan Turunkan Suku Bunga

Kamis, 18 Februari 2016 22:00 WIB
Plt Gubernur Sumut Minta Industri Jasa Keuangan Turunkan Suku Bunga
Istimewa
Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Dewan Komisioner OJK dan Kepala OJK 5 bersama pelaku usaha jasa keuangan dalam deklarasi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara (Forkom IJK Sumut) dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi meminta pelaku usaha jasa keuangan di Sumut dapat berperan serta dalam peningkatan ekonomi daerah.

Plt Gubernur menekankan dua hal yang dapat dilakukan Industri Jasa Keuangan (IJK) yaitu dengan penurunan suku bunga bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan mendorong pemanfaatan sektor jasa pembiayaan jangka panjang dalam proyek infrastruktur di Sumut.

Imbauan itu disampaikan Plt Gubernur Sumut dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan yang dilaksanakan Kantor Regional OJK Sumatera di Santika Dyandra Hotel Medan, Kamis (18/2/2016).

Hadir Dewan Komisioner OJK Nelson Tampubolon, Kepala Regional 5 Sumatera OJK Ahmad Soekro Tratmono dan 107 perwakilan industri jasa keuangan dari kalangan perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB), pasar modal, Bank Perkreditan Rakyat dan sebagainya.

Dikatakan Plt Gubernur, IJK sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumut yang lebih baik lagi dan memenangkan persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Bagaimana pengusaha bisa bersaing kalau suku bunga tinggi. Untuk kerjasama kita semua membangun ekonomi, maka harus ada perubahan signifikan diantaranya suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan kredit lain.

Plt Gubernur mengharapkan OJK mengharapkan terus mendorong penurunan suku bunga karena sangat berdampak pada ekonomi.

"Kita masih menundukkan kepala karena suku bunga bank kita masih yang paling tinggi di ASEAN. Masih ada bank yang menerapkan suku bunga kredit 18-20 persen," katanya. 

Pemerintah, lanjut Tengku Erry, akan memberi subsidi KUR, sehingga ke depannya suku bunga KUR tidak boleh dua digit. Untuk mewujudkan stabilitas ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Dua hal yang menurut Plt Gubernur Sumut dapat menjadi fokus diantaranya bagaimana UMKM lebih mampu bersaing dengan pengurangan suku bunga. Selanjutnya, mendorng pemanfaatan sektor jasa pembiayaan jangka panjang.

Terkait hal itu, Dewan Komisioner OJK Nelson Tampubolon mengatakan pihaknya amendorong penurunan suku bunga KUR dengan subsidi sehingga mencapai 9 persen. Pemerintah mengalikasikan Rp100 triliun untuk KUR dan mencadangkan subsidi Rp 10 T kepada bank penyalur KUR.

"Sudah ada di APBN," ujarnya.

Pihaknya terus mendorong bank melakukan efisiensi sehingga suku bunga bisa lebih rendah sehingga ke depannya bisa seperti negara tetangga.

"Integrasi perbankan MEA masih ada waktu sampai 2020, kita kerja keras dan lihat satu persatu komponen biaya dalam kredit dapat lebih efisien," katanya.

Kepala OJKR Sumatera Ahmad Soekro Tratmono mengungkapkan pihaknya mendorong peningkatan kredit pembiayaan di sektor UMKM. Hingga Tahun 2015, serapan dana perbankan pada UMKM Sumut mencapai Rp51,67 triliun(28,82 persen dari total kredit/ pembiayaan), atau tumbuh Rp5,9 triliun dibanding Tahun 2014. Dari total tersebut, sebagian besar atau Rp37,2 T disalurkan oleh lima bank yaitu Bank Sumut, Bank Mandiri, BRI dan BTPN dan Bank Mestika Dharma.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan deklarasi pembentukan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sumatera Utara (FORKOM IJK Sumut) yang diharapkan menjadi wadah komunikasi efektif antara OJK dan seluruh pelaku usaha jasa keuangan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Plt Gubernur Sumut Galakkan Wirid Malam Jumat
Plt Gubernur Sumut Terima Penghargaan Anubhawa Sasana Dari Menkumham
Plt Gubernur Sumut Resmikan Masjid Al Uswah Nias Barat
Plt Gubernur Ajak Danlantamal I dan Danlantamal II Bersinergi Bangun Sumut
Plt Gubernur Sumut Tabur Benih Ikan di Danau Toba
Plt Gubernur Sumut Temui Tuan Guru Babussalam
komentar
beritaTerbaru
hit tracker