Senin, 15 Juni 2026

Jelang Natal, Plt Gubernur Sumut Sidak Pasar

Minggu, 20 Desember 2015 16:01 WIB
Jelang Natal, Plt Gubernur Sumut Sidak Pasar
Istimewa
Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuardi bersama Ketua TP PKK Sumut Evi Diana, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Difi A Johansyah dan TPID melakukan sidak untuk mengetahui kenaikan harga sembako dan ketersediaan stok di pasar modern dan pasar tradisional di
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar modern dan pasar tradisional di beberapa titik Medan, Kamis (17/12/2015). Sidak ini guna memantau harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.
 
Turut dalam sidak Ketua TP PKK Sumut Evi Diana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Difi A Johansyah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut dan perwakilan instansi terkait.
 
Sidak pertama di pusat perbelanjaan modern Transmart di Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan. Dari hasil pantauan, harga kebutuhan bahan pokok di Transmart tidak mengalami kenaikan berarti dan dinilai wajar.

"Sidak yang dilakukan, tidak sekadar memetakan kenaikan harga, tetapi juga memastikan ketersediaan stok. Stok sementara kebutuhan bahan pokok masih aman," sebut Tengku Erry.
 
Kemudian, rombongan melakukan sidak ke pasar tradisional Pasar Petisah Medan. TPID menemukan perbedaan harga relatif tinggi antara harga sembako di Transmart dengan Pasar Petisah. Harga daging di pasar modern Transmart tercatat Rp138 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Petisah antara Rp105 ribu sampai Rp110 ribu perkilogramnya.
 
"Memang ada perbedaan harga untu komoditas dan produk yang sama. Misalnya daging di pusat pasar modern dan tradisional. Namun harga itu masih masih stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan," ujar Tengku Erry.
 
Tengku Erry mengimbau pedagang dan distributor tidak melakukan spekulasi atau penimbunan dengan tujuan membatasi peredaran sembako dipasaran. Demikian juga dengan masyarakat, diharapkan tidak melakukan aksi borong jelang Natal dan Tahun Baru agar harga sembako dipasaran tetap stabil.
 
"Hukum ekonomi, kalau barang langka, tentu harganya akan naik. Pedagang dan distributor diharapkan tidak melakukan spekulasi agar harga sembako tetap stabil jelang Natal dan Tahun Baru nantinya," imbau Tengku Erry.
 
Tengku Erry juga mengatakan, Bulog juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga sembako dipasaran dengan menggelar Operasi Pasar Sembako guna membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan, termasuk menyakbut Natal dan Tahun Baru 2016.
 
"Bulog juga melakukan Operasi Pasar untuk jenis beras. Saat ini di pasaran harganya mencapai Rp9 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Beras Operasi Pasar dari Bulog harganya hanya Rp8.400 per kilogram. Kita mendapat informasi, pasokan beras Bulog juga aman. Ada sebanyak 40 ribu ton. Itu sangat cukup untuk kebutuhan masyarakat," sebut Tengku Erry.
 
Dari pemantauan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumut dan TPID, tingkat inflasi Sumut hingga akhir tahun ini masih di bawah rata-rata inflasi nasional yakni 2,3 persen.
 
"Mudah-mudahan ini bisa terkendali terus dan harga sembako di pasar tidak tinggi sehingga masyarakat bisa terbantu," harap Tengku Erry.
 
Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Difi A Johansyah mengatakan, inflasi Sumut sebesar 2,3 persen diperkirakan akan tetap bertahan hingga akhir Tahun 2015.
 
"Kita optimistis, tingkat inflasi di Sumut itu paling hanya mencapai 2,3 persen. Karena hingga November 2015 inflasi itu mencapai 1,79 persen. Kalau kita ambil inflasi yang terburuk di bulan Desember sebesar 0,6 persen maka kalau ditambahkan hingga akhir tahun itu inflasi kita hanya 2,3 persen," jelas Difi.
 
Kendati demikian, Difi menyebutkan, beberapa komponen akan mempengaruhi naiknya inflasi di Sumut jelang Natal dan Tahun Baru, diantaranya komponen bahan makanan dan transportasi.
 
"Itu merupakan kenaikan musiman dan biasa terjadi di akhir tahun. Kalau harga komponen makanan itu memang biasa naik dan besok turun. Tapi secara keseluruhan, kami lihat dari Indeks Harga Konsumen, hingga saat ini masih stabil," ujar Difi.
 
Pedagang sembako Pasar Petisah, A Hua mengatakan, sembako yang mulai mengalami kenaikan adalah beras. Bulan sebelumnya, harga beras hanya kisaran Rp9 ribu per kilogram. Secara berangsur naik mencapai Rp13 ribu per kilogram.
 
"Kalau harga gula dan minyak goren malah turun. Harga beras inilah yang sudah sebulan ini naik," jelas A Hua.
 
Sementara pedagang daging Pasar Petisah, Sofyan mengatakan, harga daging menjelang Natal dan Tahun Baru 2016 mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga daging Rp110 ribu per kilogram, diperkirakan akan mengalami kenaikan jelang Natal dan Tahun Baru pada kisaran Rp120 ribu perkilogramnya.
 
"Tidak begitu banyak naiknya. Naik pun karena ada hari Natal. Sama seperti kalau mau Lebaran. Biasanya masyarakat banyak yang mengkonsumsi daging, jadi permintaan banyak. Itu biasa. Kenaikannya juga tidak terlalu tinggi," sebut Sofyan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Pemkab Asahan Serahkan Puluhan Alsintan Kepada Koptan dan Dana Bergulir
Kehadiran PNS Asahan Mencapai 92,23 Persen Dihari Pertama Kerja
Kakanwil Kemenagsu Sidak Kantor Kemenag Kota Binjai
Gubsu Heran, Harga Daging di Pasar Modern Lebih Murah
Pemko Binjai Sidak Sejumlah Pusat Perbelanjaan dari Makanan Tak Layak
Lakukan Sidak, Tim Terpadu Deli Serdang Temukan Miras di Swalayan Gunung Mas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker