Senin, 27 April 2026

Trik Eldin Hadapi MEA: Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbahan Limbah

Kamis, 17 September 2015 19:07 WIB
Trik Eldin Hadapi MEA: Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbahan Limbah
Istimewa
Dzulmi Eldin bersama Ketua Yayasan Graha Kirana dr Tengku Kumala Intan dan siswa.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015, Kota Medan harus menyiapkan pondasi kekuatan dengan melakukan penguatan pembinaan di bidang ekonomi kreatif. Penguatan ekonomi kreatif ini memiliki sinergi dengan lingkungan hidup.

Demikian disampaikan Dzulmi Eldin saat menghadiri workshop international pendidikan lingkungan dalam rangka JICA Grassroots Project For Promoting Effisiency Of Waste Manajemen In Medan City sekolah Yayasan Pendidikan Salsabila di Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marelan, Kamis (17/9/2015).

Eldin mengatakan, MEA awal 2016 sudah di depan mata, kedepannya, masyarakat harus dilakukan pembinaan guna mendapatkan bimbingan dalam mengelola industri kreatif. Dengan cara menguatkan industri kreatif dan mengunggulkan kearifan local, maka MEA bukan lagi momok yang menakutkan.

“Intinya bila masyarakat sudah kreatif, sudah pasti tidak akan takut bersaing dengan bangsa luar yang akan masuk ke negara kita. Maka dari itu, pemerintah kedepannya akan lebih giat lagi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat," sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Eldin yang merupakan Wali Kota Medan ke-17 di Kota Medan ini meminta kepada masyarakat untuk merawat lingkungan, di mulai dari Kampung Kita dan Rumah Kita. 

“Jagalah kampung kita seperti kita menjaga rumah kita sendiri. Kedepannya jika dipercayakan duduk menjadi Wali Kota ke 18 Medan, dirinya akan mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat yang berbahan dasar limbah rumah tangga,” ucapnya.

Mantan Sekda Kota Medan ini menyebutkan, mengelola lingkungan yang ada adalah tanggung jawab semua masyarakat. Karena dari pengelolaan lingkungan, bisa melahirkan industri kreatif.

“Kedepannya ada pengelolaan bakau khususnya pada daunnya. Bakau itu bukan hanya berfungsi sebagai pencegah abrasi (pengikisan air laut), tetapi dapat berdaya guna untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Bukan cuma bakau, limbah rumah tangga lainnya pun bisa diolah untuk menambah pemasukan tiap rumah tangga. Tergantung bagaimana masyarakat menciptakan kreatifitasnya. Tentunya kita akan dorong menciptakan potensi itu," jelasnya.

Hadir mewakili pemerintah Jepang, Mr Matsuda memaparkan, pihaknya sudah banyak melakukan pelatihan-pelatihan pendidikan lingkungan di berbagai provinsi. Untuk di Kota Medan, fokus kegiatan ini adalah mengelola sampah menjadi kompos dan bernilai ekonomis lainnya.  

“Hari ini, mari kita fikirkan bersama bagaimana cara mengelola sampah sehingga menjadi bernilai ekonomis tinggi,” sebutnya.

Sedangkan, Ketua Yayasan Graha Kirana yang juga Pembina Yayasan Salsabila selaku mitra kerja JICA, dr Tengku Kumala Intan menyebutkan, Kita Kyusu Pemerintah Jepang melalui lembaga JICA sudah berkontribusi banyak dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya kaum ibu di kawasan pesisir Belawan. Satu kortibusi tersebut yakni pengadaan gedung aula di sekolah swasta Salsabila dan klinik di Jalan Young Panah Hijau. 

“Pembangunan gedung ini diperuntukkan bagi keperluan masyarakat sekitar. Akan tetapi pengadaan gedung ini juga tak luput dari peran serta masyarakat dalam membangunnya,” katanya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
15 Personil KPK Rekonstruksi di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan
Ini Pandangan Psikolog Irna Mianuli Terkait Plt Wali Kota Medan yang Hadiri Sidang Dzulmi Eldin di PN Medan
Tiga Kali Berturut, Wali Kota Medan Terima Penghargaan Natamukti
Kebakaran Jalan S Parman, Wali Kota Tinjau Lokasi dan Jenguk Korban
Perebutan Piala Wali Kota Medan Kompetisi Sepakbola U-12, U-14 dan U-16 Dibuka
Temui Wapres RI, Pengurus APEKSI Sampaikan Hasil Rakernas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker