Kamis, 20 Agustus 2026

Jelang MEA, BNSP Kebut Sertifikasi Profesi

Selasa, 09 Juni 2015 09:12 WIB
Jelang MEA, BNSP Kebut Sertifikasi Profesi
Ketua BNSP Sumarna Sumarna F Abudurahman.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berencana akan memperbanyak program sertifikasi profesi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di tanah air dalam menghadapi era pasar besar pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pada awal 2016 mendatang.

Seperti dilansir situs Setkab RI, terkait upaya tersebut Ketua BNSP Sumarna Sumarna F Abudurahman menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2015) pagi, untuk mendapatkan dukungan penguatan bagi pelaksanaan tugas dan fungsi BNSP.

"Kita melaporkan kepada Presiden bahwa karena tugas dan fungsi dari BNSP ke depannya makin besar, maka kami meminta dukungan Presiden untuk meningkatkan kapasitas kelembagaannya. Selama ini dari segi penganggaran kami mengikuti dengan sistem anggaan Kementerian Tenaga Kerja, sehingga kami tidak bisa banyak mengembangkan program," ujar Sumarna kepada wartawan seusai diterima Jokowi.

Menurut Sumarna, Jokowi mendukung apa yang dilakukan BNSP untuk "membuat negara lain takut", dan menyatakan dengan masih rendahnya kualitas pendidikan tenaga kerja kita yang masih lebih dari 50% berpendidikan SD ke bawah, maka sertifikasi kompetensi itu menjadi penting.

"Beliau menyatakan bahwa ke depannya akan mendorong pengembangan pendidikan vokasi, baik itu politeknik maupun SMK. Malah untuk meningkatkan kualitas SMK beliau menyatakan akan dibentuk SMK Inpres," ungkap Sumarna.

Profesi yang mendesak untuk diprioritaskan dalam program sertifikasi ada 12 sektor. Dari 12 sektor prioritas baru satu yang dilaporkan kepada Jokowi, yang relatif infrastruktur sertifikasi kompetensinya sudah diakui di ASEAN, yaitu pariwisata. Sementara Sektor-sektor lainnya yang sangat strategis khususnya sektor bidang produk, mulai dari agro, kayu, yang potensinya seharusnya besar, malah infrastruktur untuk sertifikasi untuk penyiapan SDMnya itu relatif belum dibangun.

Sumarna mengaku khawatir, kalau itu belum dibangun Indonesia akan mendapatkan kemungkinan kelemahan, karena tingkat produktifnya rendah, maka akan berdampak pada produk yang dihasilkan tidak kompetitif.

Dijelaskan Sumarna, BNSP sudah memulai dengan cara melakukan terobosan mengadopsi standar kompetensi dari luar, di antaranya Australia, karena selama ini ASEAN kiblatnya ke Australia.

"Pihak Autralia sudah mengeluarkan surat resmi dari Departemen Pendidikan dan Pelatihannya, bahwa BNSP diizinkan untuk mengadopsi standar kompetensi untuk 12 sektor prioritas ASEAN," jelas Sumarna seraya menyebutkan, dari  12 sektor tersebut, tujuh akan di sektor produk: agro, karet, kayu, dsb. Lima di sektor jasa, yaitu logistik, kesehatan, pariwisata, perhubungan udara, dan kominfo.

Sumarna menilai, Indonesia ini sudah terlambat dibanding negara lain, misalnya di sektor pariwisata. Di Filipina saat ini sudah ada 600 ribu tenaga kerja bersertifikat ASEAN untuk pariwisata. Sementara Indonesia baru 7 April lalu, ia memberikan sertifikat perdana di Denpasar sebanyak 400 orang. 

"Kita melakukan uji untuk tenaga perhotelan di Bali, dengan standar ASEAN," ujarnya.

Adapun 11 sektor lainnya, lanjut Sumarna, akan diupayakan dilakukan percepatan di Tahun 2015 dengan melakukan adopsi. Dengan demikian, diharapkan pada akhir tahun kini akan ada 120 ribu tenaga kerja di 12 sektor yang bersertifikat ASEAN. 

"Mudah-mudahan ini bisa tercapai karena anggaran kita baru cair 1 Juni yang lalu," tandas Sumarna. (BS-001)

Tags
MEA
beritaTerkait
Kepsek SMP Negeri 15 Medan Dicopot Atas Tudingan Pungli Oleh Komite Sekolah
Pamitan Pindah Tugas, Kompol Pardamean Hutahaean Sambangi Rumah  Orang Tua Angkatnya di Jalan Kelambir V
Program Pelatihan Exploring Shades Meaning, Tingkatkan Kompetensi Guru Ajak Siswa Tertarik Belajar Bahasa Inggris
Muspika Helvetia Gelar Razia Prokes di Malam Hari, Pengunjung dan Pekerja Kafe Ikuti Swab Test di Tempat
Tekan Laju Pandemi Covid-19, Polsek Medan Helvetia Bersama Muspika Laksanakan Vaksinasi Tahap ke-2
Antrian BTS Meal McDonald's di Jalan SM Raja Medan Langgar Prokes, Petugas Turun Tangan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker