Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Harga karet di tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) anjlok hingga Rp5.000/kg sampai Rp6.000/kg.
Petani resah karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu harga karet kembali stabil. Sebelumnya harga karet di tingkat petani di Madina, Rp14.000 hingga Rp 15.000 per kilo.
Solah (45) petani karet di Madina mengungkapkan, turunnya harga membuat petani karet menjerit. Apalagi saat ini musim hujan, membuat pendapatan petani karet semakin menurun.
"Jelaslah ada dampaknya kepada petani karet. Saat ini harga karet hanya Rp5 Ribu sampai Rp6 Ribu per kilo, ditambah lagi musim penghujan," jelasnya di Panyabungan, Selasa (6/1/2015).
Sementara harga bahan pokok naik sejak naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Walapun pemerintah telah menurunkan harga minyak, tetapi harga bahan pokok masih tetap segitu, tidak turun.
"Kalau harga karet stabil, naikpun harga BBM masyarakat belum mengeluh, karena mereka menganggap masih sebanding. Ini pendapatan menurun, namun pengeluaran bertambah," paparnya.
Petani berharap pemerintah menstabilkan harga karet agar masyarakat tidak menjerit seperti sekarang ini.
"Harapan masyarakat agar pemerintah menstabilkan harga karet," pungkasnya.
(BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar