Rabu, 29 April 2026

Pasar Tradisional Diharapkan Mampu Gerakkan Roda Perekonomian

Sabtu, 06 Juli 2013 11:54 WIB
Pasar Tradisional Diharapkan Mampu Gerakkan Roda Perekonomian
Google
Ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Tidak dipungkuri kemunculan pasar modern seperti swalayan, mini market, super market dan hypermarket dengan segala atributnya telah mengancam kelangsungan hidup hidup pasar tradisional yang selama ini identik dengan kekumuhan, becek dan bau. Gambaran ini tentunya harus diubah sehingga pasar tradisional harus menjadi tempat yang bersih, nyaman sehingga masyarakat tertarik berbelanja.

Demikian terungkap dalam seminar hasil survei kepuasaan pelanggan terhadap pasar tradisional Kota Medan yang diselenggaran Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Jumat (5/7/2013). Diharapkan melalui seminar ini dapat memberikan masukan bagi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dalam mengambil kebijakan strategis yang berhubungan dengan pengelolaan pasar tradisional.

“Selain itu kita juga berharap agar seminar ini menjadi bahan masukan kepada Pemko Medan dengan melakukan penyiapan fasilitas fisik maupun sarana dan prasarana pasar tradisional di Kota Medan. Dengan demikian kehadiran pasar tradisional pada gilirannya mampu menggerakkan roda perekonomian di Kota Medan,” kata Pelaksana Tugas Walikota Medan diwakili Asisten Ekbang Qamarul Fattah ketika membuka seminar tersebut.

Karenanya, Qamarul sangat menyambut baik atas inisiatif yang dilakukan Balitbang Kota Medan bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan sebagai tenaga ahli.  Dia menilai survei ini sangat penting dan mendesak demi keberlangsungan pasar tradisional. Di samping ini dapat menjadi referensi terbaik dalam mengambil kebijakan, tidak hanya bagi pemko Medan tetapi juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sekaligus menjadi sumbangan pemikiran bagi akademis.

Qamarul mengakui, saat ini telah terjadi persaingan yang dinamis antara pasar tradisional dan modern mengakibatkan posisi pasar tradisional  mengalami pergeseran dengan dugaan terjadinya penurunan daya tarik pasar tradisional seiring dengan perubahan  dinamis pasar modern yang disesuaikan dengan kondisi pembeli.

“Dengan semakin banyaknya maraknya pendirian pasar modern dan semakin banyaknya kehadiran para pedagang  informal di wilayah perkotaan, terutama Kota Medan menjadi salah satu pertanda semakin ketatnya persaingan yang harus dihadapi para pedagang di pasar tradisional,” ungkapnya.

Apalagi menurut Qamarul yang harus perlu dicermati secara seksama yakni fenomena menunjukkan bahwa pelanggan lebih memilih berbelanja di tempat yang memberikan kemudahan serta kenyamanan, baik akses menuju pasar, infrastruktur maupun pelayanan yang diberikan  para pedagang. Ditambah lagi gaya berdagang para pedagang di pasar tradisional tidak berubah menyebabkan banyak pembeli beralih ke pasar modern. “Jadi seminar hasil survei kepuasaan pelanggan terhadap pasar tradisional Kota Medan sangat penting sekali,” paparnya.

Kepala Balitbang Kota Medan Hasan Basri dalam laporannya mengatakan, survei dilakukan dengan mengambil data ke lapangan berlangsung selama15 hari dengan jumlah peserta tim pengambilan data 12 orang, sedangkan yang menjadi responden penelitian adalah seluruh pasar tradisional  di Kota Medan.

“Tujuan penelitian secara umum adalah untuk memperoleh informasi tentang indeks kepuasan pelanggan terhadap pasar tradisional di Kota Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara  mendalam dan teknik kuesioner. Untuk itu kita berharap melalui seminar hasil ini, para peserta bisa melengkapi hasil survei yang telah kita lakukan sehingga dapat memberikan masukan bagi PD Pasar terkait pengelolaan pasar tradisional dan Pemko Medan menyangkut penyiapan fasilitas fisik maupun sarana dan prasarana pasar tradisional,” ujar Hasan. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Sayuran Masih Berdebu Sinabung, Pedagang Sayuran di Langkat Merugi
Harga Ikan Laut Naik Hingga 30% Menjelang Puasa
Diduga Ada Permainan, Pemerintah Diminta Intervensi Harga Jelang Ramadhan
Pedagang Daging Ayam Keluhkan Kenaikan Harga
Harga Daging di Binjai Naik Jadi Rp 110.000/Kg
Usai Kunjungi Korban Banjir, Ramadhan Blusukan Lagi ke Pasar Tradisional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker