Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean (FKS Porapi) akan menggelar event akbar yakni Musyawarah Nasional (Munas) ke–2, yang akan diadakan pada 4-6 Agustus 2017 di Parapat, Sumatera Utara.
Acara hari ini merupakan Ibadah Syukur dan Doa Bersama untuk kelancaran acara Munas II FKS Porapi. “Kita sama-sama berharap Munas II FKS Porapi nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang energik serta bisa mengembangkan wadah ini dengan lebih baik lagi,” kata Sahala RH Panggabean MBA, Ketua Umum FKS Porapi.
Sejauh ini persiapan Munas II FKS Porapi telah 100% dan bakal dihadiri sekitar 500-an orang dari berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Porapi di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri siap dilaksanakan dan menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Keterlibatan semua pihak tentu akan membuat perhelatan akbar empat tahunan ini akan menjadi sukses.
Beberapa agenda yang telah disusun dalam Munas II nanti di antaranya adalah pertanggung jawaban Pengurus Pusat FKS Porapi periode 2013-2017, evaluasi dan pembahasan program kerja, dan pemilihan pengurus baru periode 2017-2021.
Pada kepengurusan 2013-2017, Porapi telah berhasil mendirikan dan mengembangkan Koperasi Trigabe Jaya yang memiliki visi besar untuk mengangkat kesejahteraan seluruh anggota Porapi melalui pemberian pinjaman modal usaha. Salah satunya membantu para pengrajin ulos di daerah Tapanuli. “Saat ini Koperasi Trigabe Jaya sudah beroperasi dan berjalan dengan baik. Hanya saja ke depan perlu penajaman program kerja sehingga semakin banyak anggotanya dan modal yang diberikan bisa meningkat,” imbuh Sahala Panggabean.
Koperasi Trigabe Jaya bukan lagi hanya miliki Pomparan Si Raja Panggabean, tapi juga orang Batak secara keseluruhan. “Ini merupakan terobosan besar yang akan terus dipertahankan, bahkan dikembangkan ke depannya,” kata Sahala.
Selain itu, Porapi juga telah memiliki Galeri di daerah Tapanuli Utara yang dikoordinir oleh kaum Ibu yang tergabung dalam Panggabean Nasional (Pangnas). FKS Porapi telah membangun Koperasi Trigabe Jaya, Yayasan, dan usaha-usaha lainnya. Semua usaha-usaha ini merupakan “Tugu” yang hidup yang akan dikembangkan terus.
Hal lain yang akan dibicarakan adalah pembuatan database Pomparan Si Raja Panggabean yang lebih baik. “Database harus sudah mengarah spesifik sesuai dengan profesi masing-masing. Dibuat kategorisasi, misal pengusaha, polisi, dokter, pengacara, dan sebagainya. Dengan begitu, akan memudahkan kita untuk menjalin kerjasama, begitu juga dalam hal informasi,” lanjut Sahala.
Perlu dijelaskan pula bahwa FKS Porapi bukanlah wadah paradaton, lingkupnya lebih luas lagi. Akan tetapi, forum ini tentu bersinergi dengan punguan-punguan yang ada. Porapi lebih mengarah pada bagaimana upaya konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh Pomparan Si Raja Panggabean di mana pun berada, khususnya yang berada di bona pasogit.(rel)
Tags
beritaTerkait
komentar