Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
beritasumut.com- Astindo Travel Fair (ATF) 2025 mulai digelar pada Jumat (30/10/2025) hingga Minggu (2/11/2025) di Mall Centre Point Kota Medan. Acara ini akan menghadirkan 17 travel agent terkemuka dan 9 rumah sakit dari Malaysia. Turut pula hadir cruise line, klinik kecantikan, dan food & beverage (F&B) brand.
Ketua Panitia ATF, Christian Salim, mengatakan ATF merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) sebagai dukungan terhadap perkembangan pariwisata lokal dan internasional.
"Tahun ini merupakan acara keempat yang digelar. Sebelumnya, acara serupa juga sudah pernah digelar. ATF mulai dilaksanakan pada 2023. Kemudian tahun 2024 dilaksanakan sebanyak dua kali dan tahun ini digelar di penghujung tahun dengan target Rp7 miliar sampai Rp10 miliar selama empat hari acara," papar Christian, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga:
ATF menjadi wadah strategis bagi para pelaku usaha pariwisata untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka secara langsung kepada masyarakat. "Melalui penyelenggaraan Astindo Travel Fair, Astindo berupaya merangkul seluruh pelaku industri pariwisata, mulai dari agen perjalanan, hotel, maskapai penerbangan, destinasi wisata, hingga sektor pendukung lainnya," katanya.
Selain itu, ATF juga menjadi ajang branding dan promosi bagi perusahaan peserta agar semakin dikenal oleh publik luas, serta memperkuat kolaborasi antar pelaku industri.
Baca Juga:
Di kesempatan yang sama, Ketua ASTEX Nawan Syahputra mengatakan pada acara ini akan ada 115 tour operator yang datang ke Kota Medan. Seluruh tour operator akan melakukan bisnis matching di Kota Medan. Sehingga, saat kembali ke negara mereka, seluruh tour operator akan memperkenalkan Sumatera Utara.
"Melalui tour operator, Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, akan diperkenalkan oleh mereka ke negaranya masing-masing. Pada akhirnya akan mendatangkan wisatawan mancanegara. Akhirnya, akan berdampak ke sektor pariwisata," jelas Nawan.
Adapun tour operator yang datang merupakan perwakilan dari Malaysia, Bangladesh, Kenya, Jepang, Australia, China, dan masih banyak lagi. "Dari 115 perwakilan yang hadir, paling banyak dari China. Mengapa? Tidak dipungkiri perekonomian Negara China adalah yang terbaik. Seluruh peserta tour yang merupakan pelaku pariwisata akan dibawa ke berbagai destinasi Sumatera Utara, termasuk Berastagi, Danau Toba, Simalungun, dan Kota Medan," terangnya.
Sedangkan Konsul Pelancongan Malaysia Tourism Board, Puan Rosalina Abdul Rahim, menjelaskan bahwa ATF 2025 adalah sarana bagi Malaysia mempromosikan berbagai objek pariwisata menarik di negaranya untuk dikunjungi. Hal ini sejalan dengan promosi Visit Malaysia 2026.
Berdasarkan data, kata Rosalina, sebanyak 38 juta wisatawan asing datang ke Malaysia pada 2024. Kunjungan terbesar datang dari Indonesia dan kedua Singapura.
Sementara itu, sejak Januari hingga Agustus 2025, Malaysia mendapat kunjungan wisatawan asing sebanyak 28,2 juta atau meningkat 14,5 persen. "Jumlah wisatawan dari Indonesia ke Malaysia tahun ini hingga Agustus 2025 sudah sebanyak 2,9 juta. Jumlah ini meningkat 6,8 persen dibanding periode yang sama," kata Rosalina.
Menurut Rosalina, minat wisatawan Indonesia mengunjungi Malaysia cukup tinggi meski secara geografis kedua negara tidak berbeda. "Alam dan geografis Malaysia dan Indonesia mirip, tapi tak sama. Masyarakat Indonesia, khususnya Medan yang menjadi kota paling dekat dengan Kuala Lumpur tetap ingin menikmati makanan khas Malaysia, seperti Char Koay Teow. Masyarakat tetap ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata karena pengalaman yang ditawarkan Malaysia tetap berbeda," ungkap Rosalina.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M Odi Anggia Batubara, memastikan akan mendukung kegiatan ini. Sebab, Kota Medan ke depannya akan memiliki zona-zona khusus wisatawan. Misalnya Kesawan, Lapangan Merdeka, dan Kebun Bunga.
"Di acara yang sama, kami Dinas Pariwisata Kota Medan juga akan menggelar acara soft launching kalender event 2026 untuk pertama kalinya. Kalender ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Sumut," tambahnya.
Tags
beritaTerkait
komentar