Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Guna mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Tobasa dibentuk.Pembentukan itu ditandai dengan pelantikan pengurus periode 2017-2022 oleh Ketua DPD HPI Sumatera Utara Kus Endro di Aula Hotel Marsaringar di Balige, awal pekan ini.
Pelantikan itu dihadiri langsung oleh Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) M Tata S Ridwanullah, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli, Ketua DPRD Boike Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Tony M Simanjuntak, Danramil Balige Kapt Inf M Simanjuntak, Asisten II Jhonpiter Silalahi, Kadis Pariwisata Tobasa Ultrisonlahir Simangunsong, dan para anggota HPI Tobasa.
Dalam kesempatan itu, Kus Endro berpesan agar seluruh pengurus dan anggota bekerja memajukan pariwisata. “Jangan bangga dilantik, tetapi harus bisa bekerja memajukan pariwisata,” ungkapnya dilansir dari laman resmi tobasamosirkab.go.id, Kamis (21/09/2017).
Bupati Darwin Siagian berpesan agar HPI Tobasa turut serta membangun pariwisata di Tobasa. “Bekerjalah sebaik mungkin untuk menarik minat wisatawan sekaligus mempromosikan sektor wisata di daerah kita ini,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoli juga menyambut baik terbentuknya HPI Tobasa. “Selamat kepada pengurus. Untuk memulai memang sangat sulit, tetapi tetap semangat. Fokus dengan tujuan organisasi. Dalam melaksanakan tugas, mari kita berkomitmen bahwa negara kita negara yang bermoral, patuh hukum. Jangan karena tantangan, lantas menghalalkan segala cara,” jelasnya.
Sabaruddin Tambunan dalam kesempatan itu menegaskan Pariwisata merupakan sumber pendapatan masyarakat, pemerintah. “Devisa nomor dua di negara ini setelah pajak adalah pariwisata. Kalau Tobasa masih antipati terhadap pariwisata, saya tidak tau bilang apa-apa. Marilah kita bersama dengan pemerintah mewujudkan pariwisata di Tobasa lebih baik. Saya takut, kalau kita tidak siap, orang dari luar akan berkiprah di Tobasa. Kita tersingkir,” ungkapnya.
Menurutnya, suatu daerah pasti bisa maju jika sektor pariwisatanya maju. “Mulai dari A sampai Z di pariwisata adalah uang. Mulai dari kamar mandi, guide dan lainnya. Mau bilang good bye saja, kita dapat uang. Jadi wajar saja bahwa pariwisata mampu membuat masyarakat sejahtera,” terangnya.
Diakuinya, Ia sendiri telah menikmati hasil dari sektor pariwisata sejak tahun 1987 lalu sebagai seorang gaet. Bukan di Tobasa, tapi di luar daerah. Untuk itulah perlu peningkatan SDM, khususnya dalam pemahaman bahasa berbagai negara. “Itulah tugas kita di HPI ini ke depan,” tutupnya. (BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar