Kamis, 30 April 2026

Tiga Desa Adat Batak Bersatu Menopang Pariwisata

Rabu, 15 Februari 2017 15:30 WIB
Tiga Desa Adat Batak Bersatu Menopang Pariwisata
BERITASUMUT.COM/IST
Peresmian Desa Adat Ragi Hotang dan revitalisasi rumah adat di Toba Samosir.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid meresmikan Desa Adat Ragi Hotang dan revitalisasi rumah adat di Desa Meat Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), termasuk peresmian Desa Adat di Desa Hutagaol Kecamatan Balige, dan Desa Adat Sihujur Kecamatan Silaen, dalam upaya pengembangan pariwisata, akhir pekan kemarin.
 
Hadir dalam peresmian itu di antaranya Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, Wabup Ir Hulman Sitorus MM dan jajaran Pemkab Tobasa, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian serta para tokoh adat. Tampak juga Sabam Simanjuntak, Vespasianus Panjaitan, JMP Sitorus dan para tokoh lainnya seperti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa, Ultri Sonlahir Simangunsong.
 
Hilmar mengatakan tujuan revitalisasi desa adat untuk mengembangkan adat istiadat daerah yang berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan di daerah itu. Hilmar berharap revitalisasi rumah adat dapat menjadi pendukung dan menjadi arah perjalanan pengembangan wisata dan selanjutnya turis dapat menerima dan belajar tentang adat dan kebudayaan Indonesia.
 
"Saya berharap desa yang mendapat revitalisasi tersebut lebih dulu bisa menjadi desa yang memajukan adat dan kebudayaan. Dengan adanya revitalisasi desa adat dan gerakan di beberapa wilayah serta kehadiran Badan Otorita Danau Toba yang bisa berjalan dengan baik, di samping penggalakan gotong-royong masyarakat desa, dinilai dapat meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara. Untuk itu Hilmar mengatakan siap memberikan bantuan dan atensi, dan untuk itu agar Pemkab Tobasa tetap berkoordinasi dengan pihaknya dan kementerian terkait dalam pengembangan pariwisata," ujarnya dilansir dari laman resmi tobasamosirkab.go.id, Rabu (15/02/2017).
 
Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOP-KPDT) Arie Prasetyo menyampaikan ke depan dirinya akan lebih sering berada di kawasan Danau Toba untuk membantu memfasilitasi kebutuhan pengembangan pariwisata. Tugas utama BOP-KPDT di antaranya menjadi koordinator percepatan pariwisata di Danau Toba, koordinator project manager pengembangan infrastruktur, termasuk pengembangan jalan tol Parapat dan Bandara Silangit di Taput menjadi bandara internasional serta pengembangan Bandara Sibisa di Kabupaten Tobasa.
 
Sementara itu, Bupati Tobasa menambahkan di daerah tersebut memiliki sekitar 5000 rumah adat sehingga diharapkan bisa dikembangkan secara berkala oleh kementerian terkait. Darwin juga menegaskan agar Kadis Budpar Tobasa memperkenalkan kegenda-legenda Batak, salah satunya legenda asal muasal terjadinya Danau Toba. Menurutnya, legenda seperti itu yang ingin diketahui oleh wisatawan manca negara, bukan asal muasal danau dilihat dari sisi ilmiah
 
Darwin juga menyampaikan rasa hormatnya atas atensi Presiden Jokowi untuk Danau Toba, karena Danau Toba termasuk salah satu dari tiga daerah destinasi pariwisata yang memiliki badan otorita. Ia juga mengutarakan apresiasinya atas rencana Hilmar yang akan mendatangkan para musikus dari Spanyol yang akan berkolaborasi dengan musikus Batak. “Terima kasih Pak Dirjen, kami siap menyambut kedatangan para pemusik dari Spanyol ke kabupaten ini,” jelasnya.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata
Lima Titik Jalur Wisata Alami Peningkatan Volume Kendaraan
Polda Sumut Optimalkan Pengamanan Jalur Wisata Libur Lebaran 2025
Bupati Langkat Syah Afandin Dukung Putra Putri Langkat Promosikan Budaya dan Wisata
Kunjungan Pertama Sebagai Gubernur, Bobby Nasution Serap Aspirasi Warga Samosir
Dishub Sumut Sebut 29 Kapal Laik Berlayar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker