Guntur Sahputra Kembali Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Secara Aklamasi
Guntur Sahputra kembali dipercaya memimpin PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai setelah terpilih secara aklamasi dalam Rapat Pemilihan
Peristiwa
Beritasumut.com-Memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat selalu mencari variasi menu untuk berbuka. Namun tidak dengan menu yang satu ini. Menu bubur pedas, seolah tak bosan-bosannya memanjakan lidah masyarakat yang berkunjung ke Masjid Raya Al Mashun, Medan.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Masjid Raya peninggalan kesultanan Maimun, kerajaan Melayu Deli ini selalu menyajikan bubur pedas gratis kepada seluruh masyarakat, yang ingin menyantapnya sebagai sajian berbuka puasa. Menu tersebut, selain terkenal karena khas dan lezatnya, memang hanya muncul di momen seperti bulan puasa. Tak heran, ribuan masyarakat dari berbagai daerah rela berjam-jam mengantri untuk menikmati menu spesial ini.
Surya, salah seorang koki bubur pedas Mesjid Raya itu mengatakan, bubur tersebut tidak hanya dinikmati oleh warga Medan sekitar saja. Melainkan juga warga asal Kabupaten Langkat dan Deli Serdang, tak sedikit yang sengaja datang untuk bisa mencicipinya. "Bahkan ada juga yang jauh dari Jakarta, Bang. Masyarakat yang mendengar istilah bubur pedas Masjid Raya, biasanya penasaran dan mengambil bubur pedas gratis disini," ujarnya, Rabu (07/06/2016).
Baca Juga:
Setiap harinya, jelas Surya, sebanyak 800 hingga 1.000 porsi bubur pedas disajikan untuk santapan berbuka di dalam Mesjid. Jumlah tersebut katanya selalu saja habis disantap baik jemaah maupun warga. "Bahkan, sebagian juga dibagi-bagikan ke masyarakat yang ingin membawanya untuk berbuka di rumah. Malah, banyak masyarakat yang tidak kebagian, karena kehabisan," tegasnya.
Kepala koki pembuatan bubur khas Masjid Raya Al Mashun, Hamdan mengungkapkan, bahwasanya tradisi bubur pedas telah berlangsung lama, sejak berdirinya Masjid Raya Al Mashun ditahun 1909 di eranya zaman Kesultanan. Hingga sekarang, tradisi dalam membagikan bubur kepada masyarakat saat berbuka puasa masih tetap berlangsung.
Baca Juga:
"Sudah lama, sejak masa Kesultanan dulu. Tetapi dahulu namanya Bubur Pedas, namun sekitar 50 tahunan yang lalu digantikan dengan nama bubur sup," ungkapnya.
Hamdan menceritakan, pada masa awalnya dahulu bubur itu dimasak di halaman Istana Maimun, Medan. Lalu ketika menjelang Magrib tiba, bubur dibawa ke Masjid Raya untuk dibagi-bagikan. "Kalau sekarang semuanya, mulai dari mempersiapkan, memasak sampai pembagian sudah dilakukan langsung di Mesjid Raya ini," sebutnya.
Kepala Koki bubur pedas itu melanjutkan, di masa Kesultanan itu juga, bubur yang sudah diolah sedemikian rupa tersebut awalnya ditujukan khusus untuk para musafir yang singgah ke kesultanan Deli, khususnya di Masjid Raya. Dengannya, para musafir yang singgah dapat tetap menjalankan ibadahnya sembari berbuka puasa.
"Tetapi saat ini, bubur sudah dibagikan kepada siapa saja yang ingin berbuka puasa di Masjid Raya baik untuk warga Medan dan para musafir. Tak jarang juga, bubur sup dibagikan kepada warga sekitar yang juga ingin menikmatinya untuk dibawa pulang," jelasnya.
Pria yang 16 tahun berpengalaman sebagai koki bubur pedas itu menjelaskan, bahan dasar yang racik yakni terdiri mulai dari beras, daging, kentang, wortel, daun pere serta sejumlah bahan rempah-rempah lainnya. Bubur tersebut sendiri mulai dimasak ketika usai dilaksanakannya waktu sholat Ashar. "Pelaksanaannya mulai dilakukan sejak pada ibadah puasa pertama hingga di hari puasa yang ke 27," sebutnya.
Mengenai biaya pengadaannya sendiri, Hamdan menjelaskan tidak berasal dari kas Masjid Raya Al Mashun. "Biayanya berasal dari sejumlah donatur yang menyumbang untuk terlaksananya pembagian bubur sup tersebut. Insya Allah, bubur sup khas Mesjid Raya Al Mashun ini akan terus hadir setiap tahunnya di bulan puasa," pungkasnya. (BS02)
Guntur Sahputra kembali dipercaya memimpin PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai setelah terpilih secara aklamasi dalam Rapat Pemilihan
Peristiwa
beritasumut.com Perjuangan hukum yang dilakukan Pengacara PT Belawan Indah (PT BI), Dr Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.Pd., M.H., Pimpinan La
Peristiwa
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maru
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch
Peristiwa
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhm
Peristiwa
beritasumut.com Teknologi rumah pintar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Kota Medan semakin banyak. PT LG Ele
Tekno
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
beritasumut.com Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah w
Ekonomi
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (8/7/2026) sore menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, yang t
Berita
Diduga PT Verena Multifinance dan Pan Pacifik Insurance Sabah mengabaikan dua kali annmaning (teguran) dari Pengadilan Negeri Medan terkait
Peristiwa