Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Teknologi ponsel seluler dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Mulai dari segi bentuk, pengembangan aplikasi hingga jaringan teknologi yang digunakan. Saat ini jaringan yang paling ngetren di Indonesia adalah 4G atau Fourth-Generation Technology. Ini adalah generasi keempat yang merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya, yakni 3G, 2G serta 1G.
Dilansir dari Wikipedia Indonesia, teknologi 1G bisa diartikan sebagai ponsel analog/PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Di antara generasi kedua dan ketiga, disisipkan generasi 2,5 yaitu digital. Layanan berbasis dari seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.
Sebelum genenasi 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik).
Sebagai generasi baru, sistem 4G tentu lebih unggul dibanding dengan pendahulunya. Sistem 4G menyediakan solusi IP yang komprehensif di mana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan di mana saja. Jadi tidak mengherankan jika semua provider di Indonesia berlomba-lomba menggunakan sistem ini untuk memanjakan kebutuhan penggunanya. Tak terkecuali bagi IM3 Ooredoo.
Kota Medan sendiri merupakan kota ke empat di Sumatera dalam pengembangan jaringan 4G yang dilakukan IM3 Ooredoo."Kalau total kota sudah lebih dari 50 kota yang dicover oleh jaringan Indosat Ooredoo," ujar Head of Regional Sumatera Indosat Ooredoo, Swandi Tjia dalam cara peluncuran 4G di Kota Medan, beberapa waktu lalu.
Di tahun ini, IM3 Ooredoo bukan hanya memfokuskan jangkauan 4G-nya hanya di kota-kota besar, melainkan juga hingga ke daerah. "Selanjutnya Jayapura, Bangka Belitung. Jadi kita nggak hanya membangun jaringan di Jawa dan Sumatera saja, tapi juga di daerah-daerah," sambung Swandi Tjia.
"Kami ingin masyarakat dapat menikmati manfaat dari teknologi terkini dengan internet kecepatan tinggi dan band with besar. Melalui layanan VAS dan content, pelanggan bisa menikmati life streaming, video call, browsing, chattong, dan lainnya," jelas Swandi Tjia menambahkan.
Penggunaan teknologi 4G memang membuat penggunanya cukup nyaman dalam berselancar di dunia maya. Namun di sisi lain, penerapan teknologi ini bisa menimbulkan efek negatif jika pemakainya tidak pintar dalam mempergunakannya.Dengan kecepatan data yang diberikannya, membuat akses internet makin mudah dan gampang. Di balik manfaat positif, tentu juga ada dampak negatifnya. Konten-konten negatif seperti pornografi hingga ajaran terorisme dalam web maupun melalui aplikasi menjadi bumerang tersendiri apabila pemakainya tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.
"Sejak pakai HP 4G dengan kartu IM3 Ooredoo ini, saya cukup puas kualitasnya. Apalagi kalau lagi mencari bahan untuk tugas kuliah, cepat browsingnya.Saya kan juga suka nonton Youtube, kalau pakai jaringan 4G, nonton cukup lancar," ujar Icha, mahasiswi Unimed yang mengaku sudah dua tahun ini menggunakan HP teknologi 4G serta empat bulanan memakai kartu IM3 Ooredoo untuk berinternetan.
Meski begitu, Icha menyayangkan masih banyaknya orang yang menyalahgunakan manfaat teknologi 4G untuk hal-hal negatif."Ya pastilah ada efek negatifnya. Jaringan 4G untuk nonton Youtube kan cepat, akses masuk gampang, jadi banyak yang memakainya untuk membuka web-web yang nggak penting. Belum lagi untuk akses media sosial. Saya nggak suka saat ngobrol sama teman malah dianya mainin medsos. Mentang-mentang jaringannya lancar," terang Icha.
Senada dengan Icha, Ronal Simatupang, pria yang bekerja di perusahaan transportasi di Medan ini mengaku cukup puas dengan kartu IM3 Ooredoo yang dipakainya. Ronal yang sudah hampir dua bulan ini memakai kartu IM3 Ooredoo merasakan betul kecepatan dari jaringan 4G yang disediakannya. "Sebelumnya saya pakai kartu lain, tapi mahal harganya. Udah dua bulan ini ganti pakai IM3 Ooredoo, lancar untuk internetan, harganya juga terjangkau," ungkap Ronal.
Saat ditanya penerapan teknologi 4G yang tepat guna, Ronal mengatakan jika hal tersebut tergantung pada individu masing-masing. Menurutnya, makin canggihnya teknologi harus diimbangi dengan cara menggunakannya. Khusus untuk anak-anak, lanjutnya, harus selalu ada pengawasan dari orangtua."Yang bahaya itu kalau orangtua membelikan HP yang modern, tapi jarang diawasi. Bisa saja anak-anak melihat hal-hal yang tidak baik di internet. Menurut saya, ya semua itu tergantung bagaimana setiap orang memakainya," jelas Ronal.
Di tengah modernisasi sistem komunikasi, dalam hal ini penggunaan internet yang sudah masuk dalam generasi 4G memang harus memiliki kontrol diri. Kecepatan dalam mengakses segala sesuatu menjadi keuntungan yang harus dapat dimanfaatkan secara positif. Pengguna internet diharapkan mampu memanfaatkannya dengan bijak. Sehingga manfaat tersebut tidak hanya dirasakan diri sendiri, namun juga orang lain. (Tri Yuwono, tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan dan Foto Media IM3 Ooredoo)
Tags
beritaTerkait
komentar