Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Marsya Gusman (23), finalis dari DKI Jakarta terpilih menjadi Miss Internet Indonesia 2017 dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 100 juta. Sementara Hasthi NM finalis dari DI Yogyakarta dan Dinda Saraswati, finalis dari Jawa Tengah berada di posisi runner up.
Dalam siaran pers dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Medan, Rabu (03/05/2017), Marsya merupakan salah satu dari lima finalis yang mewakili DKI Jakarta dalam ajang kontes kecantikan yang unik ini, setelah sebelumnya mengalahkan 60 kontestan lainnya dari ibu kota. Pada acara Grand Final Miss Internet 2017 yang diadakan di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu, APJII menyeleksi 36 finalis dari 12 provinsi untuk menampilkan kemampuannya dalam keserasian berbusana, kepercayaan diri dan kemampuan dalam memberikan edukasi tentang Internet dalam bentuk presentasi.
Mengangkat tema "Internet for Everyone", Marsya yang pernah meraih gelar Miss Earth Best Talent 2016 ini berhasil memukau para juri dengan presentasi yang dibuat hanya dalam waktu 7 menit.
Menurut perempuan cantik bergelar Bachelor of Business dari Deakin University di Melbourne, Australia, Internet seharusnya bukan hanya istilah-istilah asing buat publik, seperti ISP (Internet Service Provider), bandwith, tapi seharusnya adalah sesuatu yang mudah di pahami publik dari semua kalangan.Marsya, yang juga Duta Badan Narkotika Nasional (BNN), berencana mengkampanyekan internet sehat dan positif untuk publik, dan melakukan edukasi untuk membuat Internet bukan hanya tempat narsis di media sosial.
Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Miss Internet Indonesia 2017 mengemban tugas penting mengedukasi masyarakat untuk menjelaskan manfaat Internet dan supaya orang dapat menggunakan teknologi dunia maya tersebut dengan lebih cerdas, produktif dan kreatif.
"Sekarang Indonesia sedang bertransformasi ke dunia digital. Ada tiga komponen yang perlu di perhatikan dalam transformasi ini, yakni komponen masyarakat, bisnis dan pemerintah. Program seperti ini penting untuk komponen masyarakat," terang Semuel, yang merupakan mantan Ketua Umum APJII periode 2012-2015.
Ajang Miss Internet Indonesia 2017, yang mengangkat tema "Pesona Kecerdasan Merah Putih di Dunia Internetku" merupakan kali pertama diadakan APJII secara nasional, setelah sukses menyelenggarakan Miss Internet Bali selama 3 tahun berturut-turut. Tahun ini, APJII melibatkan 12 propinsi di Indonesia yang merupakan wilayah kerjanya, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Utara.
Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan, Miss Internet Indonesia ditargetkan menuju kancah internasional, karena saat ini kontes kecantikan ini sudah masuk sebagai salah satu dari 18 inisiatif unggulan dari komunitas teknologi informasi dan komunikasi dalam nominasi tahunan Anugerah World Summit on the Information Society, yang biasa di sebut WSIS Prizes, yang diselenggarakan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2012.
"Kenapa bisa kontes Miss Internet Indonesia dipilih dalam program internasional sekelas ini? Karena di negara lain belum pernah ada kontes semacam ini. Ini pertama kali yang pernah ada," jelasnya.(Rel)
Tags
beritaTerkait
komentar