Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan perhatian yang cukup besar kepada masyarakat Sumut.
Selain banyaknya proyek strategis nasional di Sumut, hal lain dinilai sebagai wujud perhatian Presiden Jokowi sekaligus membanggakan warga Sumut adalah penganugerahan pahlawan nasional kepada pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), LarfanPane.
Selain itu, kesempatan bisa menjadi tuan rumah pergelaran akbar Munas KAHMI yang juga dihadiri Presiden Jokowi merupakan kebanggaan sekaligus menjadi semangat bagi Provinsi Sumut untuk terus berbenah menjadikan Provinsi yang lebih baik dimasa-masa mendatang.
"Kami sangat berterimakasih karena bisa hadir pada even nasional dimana Sumatera Utara dipercayakan sebagai tuan rumah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Larfan Pane pada 10 November 2017 yang lalu, yang merupakan putra daerah Sumatera Utara,” ujar Erry saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/11/2017).
Munas yang dibuka secara resmi Presiden Jokowi itu juga dihadiri tokoh-tokohnasional diantaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Mahfud MD, politisi senior Partai Golkar juga dewan penasehat KAHMI Akbar Tanjung dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi.
Selain itu juga tampak hadir sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama seluruh pengurus dan keluarga besar KAHMI se-Indonesia. Munas ke-10 KAHMI tersebut berlangsung selama tiga hari dan direncanakan akan ditutup Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, Minggu (19/11/2017).
Hal yang sama juga diungkapkan Mahfud MD kian mempertegas kalau HMI ikut merajut ikatan kebangsaan dan menjaga NKRI berdasarkan Pancasila.
"Dengan dianugerahinya gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI maka keberadaan HMI ikut merajut ikatan kebangsaan dan menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila akan semakin kuat posisinya dalam mosaik sejarah Indonesia,” ujar Mahfud.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar