Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Medan sebagai kota besar menjadi tantangan sendiri bagi Kanit Lantas Polsek Medan Kota, Iptu Jurnal Aritonang. Pasalnya, menurut Iptu Jurnal karakter masyarakat Medan adalah masyarakat yang susah diatur. Meski begitu, Iptu Jurnal mengaku akan menjalankan tugas sebaik mungkin sehingga Kota Medan akan tercipta rasa aman dan nyaman.
"Selama bertugas saya selalu mengarahkan masyarakat untuk patuh hukum. Kalau masyarakat tidak mau diarahkan ya pasti kita tindak dengan tegas. Di Medan ini masyarakatnya susah diatur. Apalagi saat berada di jalan, banyak masyarakat yang melanggar lalu lintas," ujar Iptu Jurnal saat ditemui beritasumut.com, Sabtu (25/06/2016).
Wilayah hukum Medan Kota yang selalu ramai karena banyak dikelilingi pusat perbelanjaan, membuat Iptu Jurnal dan petugas lain harus selalu siap dalam mengatur lalu lintas. "Kalau lalu lintas di wilayah Medan Kota lancar, kan masyarakat yang menikmati. Tidak merasakan macet. Karena itulah, saya berharap masyarakat di harus mematuhi peraturan lalu lintas, agar kemacetan lalu lintas bisa diatasi," harap Iptu Jurnal.
Baca Juga:
Karir Iptu Jurnal di kepolisian cukup panjang. Iptu Jurnal menamatkan sekolah Polisi Secaba pada 1993 silam. Usai tamat, Iptu Jurnal ditugaskan sebagai intsruktur SPN Sampali hingga tahun 2003. Di tahun itu juga, Iptu jurnal ditugaskan ke Polsek binjai sebagai Opsnal Reskrim sampai 2006. Selanjutnya, di tahun 2006 Iptu Jurnal pindah tugas sebagai Pam Opsus sampai 2011.
"Selesai tugas di Pam Opsus. Saya melanjutkan Sekolah Ilmu Polisi (SIP). Begitu tamat dari SIP tahun 2014, saya ditugaskan ke Poldasu sebagai Biro SDM sampai tahun 2015. Di tahun itu saya pindah sebagai Kanit Lantas Polsek Delitua. Tahun ini saya pindah tugas lagi, sekarang jadi Kanit Lantas Polsek Medan Kota," terang Iptu Jurnal.
Baca Juga:
Ayah dua orang anak ini mengaku untuk menjadi seorang polisi yang diharapkan menjadi pengayom masyarakat, dirinya selalu belajar untuk bersosialisasi dengan rekan kerja dan masyarakat. Baginya, menjalin pergaulan adalah salah satu kunci bagi seorang polisi untuk bisa dekat dengan masyarakat.
"Pergaulan itu sangatlah penting sekali bagi saya. Karena saat kita mengalami kesusahan, selain keluarga, masyarakat jugalah yang akan membantu kita. Apalagi, kalau kita jauh dari keluarga, kita harus bisa bergaul dengan masyarakat," seru putra almarhum salah seorang wartawan senior yang pernah bekerja di Harian SIB.
Saat disinggung namanya yang unik, Jurnal Aritonang. Dia mengaku bahwa nama tersebut sebenarnya bukanlah nama asli sejak kecil. Nama aslinya adalah Jurnal Listik. "Nama asli saya adalah Jurnal Listik Aritonang, itu pemberian dari almarhum ayah. Tapi kemudian saya ganti menjadi Jurnal Aritonang," pungkas Iptu Jurnal yang dalam waktu dekat berencana mengambil sekolah AKP. (BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar