KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com-Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar yang digelar September mendatang memang menyisakan waktu beberapa bulan saja. Oleh karenanya 11 atlet tinju PON Sumut terus melakukan persiapan dengan matang untuk tampil yang terbaik. Seperti halnya Rahmad Febriansyah Siregar. Walau termasuk Atlet pendatang baru binaan KONI Medan, Rahmad mengincar medali.
Rahmad mengawali karir tinjunya di kota asalnya Padangsidempuan. Namun kurang puas atas prestasi yang diraihnya, anak bungsu dari lima bersaudara ini pun hijrah ke Kota Medan dan bergabung di sasana Satria PPLP Sumut sejak tahun 2014. Sejak tergabung di sanasan Satria PPLP bakat putra pasangan berbahagia Bangun Tua Siregar dan Dumasari Nasution ini mendapat perhatian serius para pengamat tinju Medan.
Usaha dan kerja keras Rahmad akhirnya berbuahkan hasil dan dipercaya menjadi skuad Tim Pra Pon Sumut usai mengikuti Kejurda Sumut pada tahun 2015 di Medan setalah menuai mendali emas. Dapat tampil di PON tentu menjadi impian setiap atlet. Dan upaya Rahmad untuk tampil di ajang bergensi yang digelar empat tahun sekali itu pun tinggal selangkah lagi. Apalagi dia telah mengantongi modal awal dengan meraih mendali emas pada Pra Pon yang digelar di Batam tahun 2015 lalu.
Dari 16 atlet Sumut yang mengikuti Pra PON, Rahmad ambil bagian dari 11 petinju yang dinyatakan lolos ke PON Jabar. Sumut pun sukses menjadi kontingen yang terbanyak meloloskan atlet dalam laga seleksi cabor tinju wilayah I.
“Alhamdulilah impian untuk mencapai PON dapat terwujud berkat doa, kerja keras dan dukungan kedua orang tua. Untuk saat ini beban semakin berat karena menjadi skuad PON Sumut harus mampu untuk membuktikan diri dalam pencapaian prestasi. Sebagai pendatang baru di PON, tentu saya bertekad untuk mengincar medali bagi kontingen Sumut,”ujar mahasiswa semester dua Fakultas Ilmu Olahraga Unimed di Medan, Minggu (19/06/2016)
Diakui Rahmad target meraih medali di PON bukanlah perkara yang mudah. Apalagi untuk kelas 56 kg diikuti sebanyak 14 petinju dari provinsi lain yang merupakan wajah lama di dunia tinju tanah air. Sederet atlet yang merupakan mantan atlet pelatnas maupun atlet pelatnas merupakan lawan beratnya nanti. Begitupun hal itu diakui Rahmad tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk meraih mendali. Dengan modal usaha dan kerjakeras serta didukung semangat juang yang tinggi Rahmad mengaku kalau dirinya siap mengharumkan nama kontingen Sumut.
“Secara kasat mata petinju yang bertarung di kelas 56 kg memiliki kekuatan yang sama, namun yang harus diwaspadai petinju Jabar sebagai tuan rumah. Selain itu, petinju yang berasal dari Indonesia bagian Timur. Insya allah semua dapat diatasi tentunya dengan latihan yang keras dan semangat pantang menyerah. Apalagi Sumut merupakan daerah yang telah banyak melahirkan petinju prestasi di level nasional maupun nasional,” papar petinju kelahiran Padang Sidempuan 21 tahun silam ini.
Namun, seiring rencana dan persiapan yang matang jelang PON nanti, Rahmad mengaku kalau dirinya menemui persoalan yang dinilainya dapat mengganggu konsentrasinya yang ingin fokus latihan. hal ini terkait keseimbangan antara dirinya sebagai mahasiswa dan atlet. Menurut Rahmad ada salah satu dosen diduga ingin menghambat prestasinya di PON. Hal ini sudah dilaporkan ke petinggi Unimed yang juga pengurus KONI Sumut, namun belum mendapat respon.
“Jelang laga di PON kosentrasi sedikit terganggu akibat ulah salah satu dosen yang dapat mengganggu fokus latihan saya. Hal ini telah saya laporkan ke petinggi Unimed. Padahal niat untuk menggapai prestasi yang diraih dalam olahraga dan mahasiswa harus sejalan dan seimbang,” pungkasnya.(BS03)
Baca Juga:
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi