Jumat, 01 Mei 2026

Menko Polkam Djamari Chaniago Serap Aspirasi di Medan, Bahas Stabilitas Nasional dan Hilirisasi Industri

Minggu, 15 Maret 2026 14:19 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago Serap Aspirasi di Medan, Bahas Stabilitas Nasional dan Hilirisasi Industri
ist
Menko Polkam Djamari Chaniago Serap Aspirasi di Medan, Bahas Stabilitas Nasional dan Hilirisasi Industri
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com-Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, ke Kota Medan pada 14 hingga 15 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk menyerap berbagai aspirasi daerah terkait isu strategis nasional.

Dalam pertemuan yang digelar di Markas Komando Kodam I Bukit Barisan pada Minggu, 15 Maret 2026, Menko Polkam menerima berbagai masukan dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta unsur masyarakat lainnya.

Aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut mencakup berbagai isu penting, mulai dari dinamika sosial, kondisi ekonomi daerah, hingga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara.

Stabilitas Keamanan Jadi Fondasi Pembangunan

Dalam pandangannya, Menko Polkam menegaskan bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha.

Ia menilai kolaborasi tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Pengusaha Soroti Tantangan Hilirisasi Industri

Dalam pertemuan tersebut, satu-satunya perwakilan dunia usaha yang diundang adalah Arman Chandra.

Ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Medan sekaligus Ketua WALUBI Kota Medan.

Dalam penyampaiannya, Arman menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis nasional yang kuat untuk mendukung agenda hilirisasi industri yang tengah didorong pemerintah.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pengembangan industri hilir di Indonesia adalah ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis maupun manajerial dalam mengelola industri modern.

Pentingnya Infrastruktur Logistik Modern

Selain persoalan sumber daya manusia, Arman juga menyoroti pentingnya penguatan sistem logistik nasional.

Ia menilai pengembangan infrastruktur cold chain atau rantai pendingin sangat penting untuk menjaga kualitas produk pangan, perikanan, serta hasil pertanian.

Dengan sistem logistik yang baik, produk-produk tersebut akan memiliki daya saing lebih tinggi baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor.

Arman menambahkan bahwa pembangunan ekosistem bisnis nasional perlu ditopang oleh tiga pilar utama.

Ketiga pilar tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur logistik modern, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Melalui pendekatan tersebut, program hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Pertemuan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan strategis nasional.

Melalui dialog seperti ini, pemerintah dapat memperoleh perspektif yang lebih luas untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker