Minggu, 19 April 2026
Ditargetkan Selesai Tahun 2022

PLBN Jagoi Babang Perkuat Kedaulatan dan Jadi Pusat Pertumbuhan di Perbatasan

Rabu, 22 September 2021 12:00 WIB
PLBN Jagoi Babang Perkuat Kedaulatan dan Jadi Pusat Pertumbuhan di Perbatasan
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pembangungan ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perbatasan sebagai garda terdepan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan pembangunan kawasan perbatasan merupakan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat sebagai beranda terdepan Indonesia. Pengembangan PLBN tidak hanya menjadi kebanggan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar tetapi yang terpenting sekali adalah fungsi pertahanan keamanan dan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” ujar Basuki, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (22/09/2021).

Pengerjaan konstruksi ini mulai dilaksanakan sejak 27 November 2020 dengan anggaran senilai Rp207,35 miliar yang bersumber dari APBN tahun jamak 2020-2022. Saat ini konstruksinya telah mencapai 26,71 persen dan ditargetkan akan rampung pada 19 Juli 2022. Untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN dibangun berbagai fasilitas utama meliputi pos pemeriksaan imigrasi, x-ray, gerbang dan monumen TASBARA, gudang barang sita, bangunan disinfeksi kendaraan, dan menara pengawas.

Baca Juga : Pintu Gerbang Ekonomi Perbatasan Indonesia â€" Malaysia, PLBN Terpadu Sei Pancang Ditargetkan Selesai Desember 2021

Selain itu terdapat juga fasilitas pendukung meliputi pasar perbatasan, mess pegawai PLBN, bangunan Wisma Indonesia, mini terminal, dan sarana peribadatan. Berdasarkan data yang dicatat Pos Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Aruk pada Maret 2020, jumlah pelintas PLBN Jagoi Babang berkisar 100-150 orang per minggu. Keberadaan PLBN Jagoi Babang memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena hanya berjarak sekitar 60 kilometer dengan Ibu Kota Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur, yang dapat ditempuh hanya dengan 1,5 jam perjalanan.

[br] Sedangkan jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju ke lokasi mencapai 270 kilometer atau sekitar kurang lebih tujuh jam dengan mengendarai mobil. Pembangunan PLBN merupakan wujud nyata implementasi dalam membangun Indonesia dari pinggiran dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa atau kota-kota besar saja, melainkan juga di kawasan perbatasan maupun di pulau-pulau terdepan Nusantara, termasuk di Kabupaten Bengkayang. Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan tiga PLBN di Kalbar, yaitu PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, dan PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.(rel)

Baca Juga:
Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Sekdaprov Sumut Dukung Rancangan Perpres tentang Kawasan Perbatasan Negara dengan Laut Lepas
20 Paket Sabu Berhasil Diamankan Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 16/TK
Razia Perbatasan, Polrestabes Medan Temukan Ribuan Rokok Ilegal di Mobil  Mewah
Polda Sumut Kembali Razia Perbatasan dan Tempat Hiburan Malam
Lagi, Prajurit TNI di Wilayah Perbatasan RI-Malaysia Gagalkan Penyeludupan 11 Kg Sabu
Persempit Peredaran Narkoba, Polda Sumut Razia Perbatasan Aceh-Sumut
komentar
beritaTerbaru
hit tracker