Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut kubu Romahurmuziy, Yulizar P Lubis menegaskan bahwa penghentian bantuan hibah dana parpol dari pemerintah terhadap PPP sama sekali tidak menghentikan geliat PPP dalam membangun kekuatan ditengah umat.
Yulizar mengatakan, pihaknya selama dua tahun terakhir tidak lagi menerima dana bantuan parpol dari Pemprovsu. PPP juga akan mempertanyakan hal tersebut ke Gubernur. "Tapi itu pun tidak menghalangi perjuangan kita dan saudar lihat, upgrading kita terus berjalan karena ini tidak melulu soal uang," tegas Yulizar, Selasa (14/02/2017) petang usai acara konsolidasi dan kaderisasi di Kantor DPW PPP Sumut Jalan Raden Saleh.
Yulizar mengungukapkan, tahun 2017 bagi PPP Sumut adalah tahun konsolidasi dan kaderisasi. Kedua hal ini kata politisi yang akrab disapa Puli ini menjadi tagline mereka. Konsolidasi dan kaderisasi ini adalah penguatan ideologi ke-PPP an kepada para pengurus dan kader PPP di Sumut. "Jadi tahun ini kita akan fokus sampai struktur paling bawah. Setiap pengurus akan kita upgrading sehingga kita berharap seluruh struktur memahami hal yang sama," kata Puli.
Dikatakannya, ada banyak kader baru yang masuk ke PPP saat ini dengan berbagai latarbelakang profesi, kelompok, hingga ada kader yang berasal dari partai lain. Seluruh potensi ini tentunya akan menjalani proses upgrading dalam upaya konsolidasi dan kaderisasi sehingga bila ini tercapai maka mereka optimis menghadapi Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumut serta Pilkada 10 kabupaten/kota serta Pemilu Legislatif 2019.
Diakuinya, salah satu program dalam upaya mendukung ini adalah agar seluruh pengurus sampai di tingkat yang paling bawah hendaknya seorang ustad. "Kita ingin mempertegas kita sebagai partai ummat. Kalau jauh dari agama, orang akan meninggalkan partai ini," tegasnya.
Saat ini kata Puli, dari 33 kabupaten/kota mereka telah men-SK kan 19 pengurus kabupaten/kota sementara selebihnya masih dalam proses. Seluruh pengurus dipastikan harus menjalani kursus politik dan upgrading ke PPP an. Mesin partai akan dipanaskan dalam rangka menatap agenda politik ke depan.
Khusus Pemilu Legislatif 2019, Puli mengakui mereka memasang target untuk menjadi tiga besar di Sumut. Pada 2014 lalu, PPP hanya memperoleh 4 kursi DPRD Sumut. "Untuk 2019 kita pasang target masuk tiga besar. Itu bukan target muluk-muluk," tandasnya.
Kisruh di tubuh PPP sendiri hingga saat ini masih berlangsung. Konflik ini dikhawatirkan memecah kekuatan PPP sebagai partai tua di Indonesia.(BS07)
Tags
beritaTerkait
komentar