Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bila mampu mewujudkan target-target yang ditetapkan, maka pada 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.Mentan menargetkan mulai tahun 2017 swasembada dan tidak ada impor untuk jagung. Target selanjutnya di 2019 untuk gula konsumsi dan kedelai, 2025 untuk gula industry, 2026 untuk daging sapi, serta 2033 untuk bawang putih.
"Apabila ini mampu diwujudkan, maka di tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," tegas Mentan dalam acara launching aplikasi TANAM untuk smartphone berbasis Android yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta.
Selain itu, Amran pun berharap ke depan tidak lagi mengimpor mesin pertanian karena Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya dan sumber daya manusia dalam negeri yang dapat dioptimalkan.
Dalam kesempatan ini, Amran meminta agar dalam kegiatan inovasi dibuatkan peta jalan dan dapat disinergikan dengan pelaku usaha. Untuk jagung target produktivitasnya 20 ton /ha, padi 20 ton/ha dan kedelai 5 ton/ha."Tidak hanya komoditas ini, tapi untuk semua komoditas pangan harus ada peta jalan target produktivitasnya," sebutnya dilansir dari laman resmi litbang.pertanian.go.id, Minggu (25/12/2016).
Pada kesempatan yang sama, di hadapan Mentan, Balitbangtan menandatangani perjanjian kerjasama dengan delapan mitra kerjasama yakni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam hal pemanfaatan teknologi dan inovasi bidang pertanian, PT Papandayan untuk kentang Medians, PT Bio Agro Lestari Indonesia untuk formula dan proses pembuatan Biodekomposer serta Pupuk Hayati.
Kemudian, antara Balitbangtan dengan CV Agro Nirmala Sejahtera untuk teknologi produksi aneka tepung, PT Nusantara Global Segar mengenai teknologi penanganan buah segar salak untuk ekspor, dengan PT Insan Mulia Utama tentang produksi sop instan dan sayuran kering, serta PT Gunung Sari Wiar Sadana untuk teknologi produksi Vinegar.(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar