Senin, 27 April 2026

Serikat Pekerja BUMN Industri Pertambangan Kawal Pembentukan Holding

Kamis, 08 Desember 2016 05:45 WIB
Serikat Pekerja BUMN Industri Pertambangan Kawal Pembentukan Holding
BERITASUMUT.COM/IST
Serikat pekerja foto bersama melalui Forum Konsolidasi yang dibentuk di Bogor pada 1-2 Desember 2016 lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertambangan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan, menuju Holding yang besar, kuat dan lincah. Sikap ini untuk menanggapi rencana pemerintah, dalam hal ini kementerian BUMN yang akan membentuk Holding BUMN Industri Pertambangan yang terdiri dari beberapa perusahaan yakni PT ANTAM (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).
 
“Seluruh Serikat Pekerja yang akan tergabung dalam Holding BUMN Industri Pertambangan, menyatakan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan yang besar, kuat dan lincah sehingga dapat memberikan konstribusi yang lebih besar kepada bangsa dan negara,” ujar Ivan Eko Yudho Ginting selaku Wakil Ketua PUK SP LEM SPSI PT Inalum (Persero) kepada wartawan Rabu (7/12/2016) kemarin.
 
Lebih lanjut dikatakan Ivan, kesepakatan akan mengawal pembentukan Holding BUMN Industri Pertambangan disepakati saat acara konsolidasi dengan tema “Menyongsong Holding BUMN Industri Pertambangan yang Besar, Kuat dan Lincah” di Antam Leadership Development Center (ALDC) Cibulan – Bogor pada 1-2 Desember 2016 lalu. Selain dirinya, turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Serikat Pekerja dari PERPANTAM (Persatuan Pegawai Antam), SPSI PUK Antam, SPBA (Serikat Pegawai Bukit Asam), IKT (Ikatan Karyawan Timah), SP LEM SPSI Inalum Kantor Peleburan dan Kantor Paritohan. 
 
Ivan juga menyatakan Holding tersebut perlu mengutamakan kesejahteraan pegawai masing-masing perusahaan.“Fokus pembahasan mengenai kesejahteraan pegawai, standarisasi kompetensi serta struktur organisasi dan jaminan keberlangsungan Holding BUMN Industri Pertambangan,” tegasnya.
 
Sebelumnya dalam kegiatan Konsolidasi di Bogor, Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin selaku narasumber menyatakan ada satu kesatuan tujuan strategis dalam memposisikan Holding BUMN Industri Pertambangan sebagai bidang strategis, yang berarti mempunyai privilege dalam menjalankan bisnisnya dan dibesarkan demi kepentingan bangsa dan negara.
 
“Pentingnya strategi menguasai cadangan dan sumber daya mineral dengan mengupayakan kekuatan pendanaan untuk melakukan akuisisi atas perusahaan-perusahaan tambang yang sudah melakukan produksi, serta meningkatkan hilirisasi produk melalui kerjasama investasi dengan perusahaan pengolahan tambang global,”ujar Budi yang pernah menjabat Dirut PT Bank Mandiri.
 
Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Bagya Mulyanto sebagai perwakilan pemerintah menyatakan ada empat alasan mengapa pemerintah membentuk Holding BUMN Industri Pertambangan, yaitu belum optimalnya pengolahan nilai tambah atas mineral, tidak meratanya sumber daya alam mineral di wilayah Indonesia.
 
“Juga keterbatasan kemampuan pendanaan investasi terkait hilirasi dan industri pertambangan di Indonesia sebagian besar dikuasai oleh pihak asing,” ucapnya dalam agenda yang sama.
 
Kegiatan yang dibuka oleh Kementerian BUMN dan didampingi oleh Direktur Marketing PT ANTAM (Persero) Tbk Hari Wijayanto ini juga dihadiri Kepala Sub Bagian Pertimbangan Hukum Ditjen Minerba Kementrian ESDM Fachri Aryati, dan Wakil Ketua Pokja SDM Komite Konsolidasi BUMN Industri Pertambangan Carry E.F Mumbunan.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Menteri UMKM Pastikan Danantara Tak Pengaruhi Penyaluran KUR Bank BUMN
Maroef Sjamsoeddin Jadi Dirut MIND ID Gantikan Hendi Prio Santoso
Bahlil Lantik 3 Pejabat SKK Migas, Minta Lifting Digenjot
Erick Thohir Rombak Direksi & Komisaris Holding BUMN Pertahanan
Dividen BUMN Bakal Masuk ke Danantara, Sri Mulyani Diingatkan soal Target PNBP
Jurus BUMN Pelayaran Antisipasi Lonjakan Saat Arus Mudik Lebaran
komentar
beritaTerbaru
hit tracker