Kamis, 30 April 2026

Nasionalisme Indonesia Harus Merasuk di Hati dan Pikiran Seluruh Pemuda Indonesia

Kamis, 27 Oktober 2016 03:30 WIB
Nasionalisme Indonesia Harus Merasuk di Hati dan Pikiran Seluruh Pemuda Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Jazuli saat memberikan sambutan dalam acara Seminar 'Sumpah Pemuda dalam Penguatan Karakter dan Identitas Bangsa' di DPR, Rabu (26/10/2016).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mendorong agar makna Nasionalisme tidak hanya dipahami secara seremonial, tapi benar-benar merasuk dan menjadi nilai yang tertanam dalam diri setiap anak bangsa di Republik Indonesia, khususnya kepada para pemuda.
 
“Nasionalisme Indonesia bukan hanya harus kita jaga, tapi juga harus kita kokohkan. Perkembangan peradaban dunia serta perkembangan teknologi, kalau kita tidak miliki nasionalisme yang kuat, lambat laun akan mengikis nasionalisme itu. Nasionalisme hanya akan berbentuk upacara pada hari besar, nyanyian, lambang tapi Fraksi PKS ingin Nasionalisme itu benar merasuk pada hati dan pikiran kepada seluruh pemuda di Indonesia,” jelas Jazuli saat memberikan sambutan dalam acara Seminar 'Sumpah Pemuda dalam Penguatan Karakter dan Identitas Bangsa' di DPR, Rabu (26/10/2016).
 
Acara yang terselenggara dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016 mendatang ini, turut mengundang Staf Ahli Kemendikbud Arie Budhiman, Pendiri Yayasan Indonesia Mengajar Anies Baswedan, Ketua Komisi MPP PKS Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Abdi Sumaithi, dan Penulis Bidang Pendidikan Irfan Hidayatullah.
 
Jazuli menambahkan, apa yang dilakukan Fraksi PKS selama ini sudah mengejawantahkan semangat untuk menanamkan nasionalisme tersebut dalam diri setiap pemuda dan seluruh masyarakat Indonesia.“Fraksi PKS satu-satunya di DPR yang menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Kebangsaan, dan itu kita buat tiap tahun. Fraksi PKS juga pernah menyelenggarakan Lomba Kitab Kuning sebagai bagian rujukan tradisi ilmiah Umat Islam,” ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Jazuli berharap pengokohan tersebut seharusnya dapat serius dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena, Nasionalisme tersebut dapat menjaga pergeseran nilai karena lemahnya terhadap komitmen terhadap nilai kebangsaan Indonesia.
 
“Banyak kacung-kacung asing yang datang ke republik ini, merongrong nasionalisme seluruh elemen Bangsa Indonesia. Mereka hanya jadi calo-calo asing, atas nama kebebasan. Tapi, kitalah yang akan menjaga. Kebebasan di Republik Indonesia bukanlah kebebasan yang tanpa batas. Kita punya Pancasila dan UUD 1945, yang menjunjung tinggi sila pertama Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegas Anggota Komisi I DPR RI ini.
 
Dengan adanya seminar ini, Jazuli berharap Bangsa Indonesia akan menghayati kembali persoalan kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak Sumpah Pemuda dideklarasikan pada 28 Oktober 1928, khususnya pada persoalan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.(Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Tertibkan PPKS
Sumpah Pemuda, Pj Bupati Langkat Dorong Pemuda Untuk "Maju Bersama Indonesia Raya"
Pimpin Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2024, Sekdaprov Sumut Ajak Pemuda Terus Berpartisipasi dalam Pembangunan
Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota, Ini Pesan Penting yang Disampaikan Plt Walikota Medan
Sumpah Pemuda, Kapolda Sumut Serukan Semangat Bersatu dan Pengabdian untuk Bangsa
Mabes TNI Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-96: Bersatu Dalam Keberagaman
komentar
beritaTerbaru
hit tracker