Rabu, 06 Mei 2026

Ujaran Kebencian di Ruang Digital Bisa Kena Pidana

Senin, 11 Oktober 2021 13:30 WIB
 Ujaran Kebencian di Ruang Digital Bisa Kena Pidana
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com -Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung, Senin (06/09/2021), dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan ini dalam rangka sosialisasi empat kerangka digital yakni KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL. Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H Edy Rahmayadi, dan Presiden RI Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Tema besar webinar MELAWAN UJARAN KEBENCIAN DI DUNIA MAYA oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Pembahasan tentang Survei Digital Civility Index Microsoft menyebutkan tingkat kesopanan masyarakat Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara dan termasuk terendah ke-4 di dunia. Di antaranya penilaian tersebut didapatkan karena unggahan yang berupa hoaks dan penipuan, mengandung ujaran kebencian dan diskriminasi.

Ujaran kebencian itu sendiri bisa berarti tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok lain. Dampak ujaran kebencian antara lain diskriminasi, penghilangan nyawa, kekerasan, konflik sosial, dan terjerat UU ITE.

"Cara menghindari ujaran kebencian adalah kita harus memiliki etika digital dengan memperhatikan sesuatu sebelum mengunggahnya ke sosial media," ujar Agung Pramudya Wijaya MSn sebagai Dosen Design Produk ITENAS dan Wirausahawan Kuliner (Kopi Tarik Ulur).

Ditambahkan oleh Ian Sherridan SIP, Sekertaris Serikat Pekerja Bank KB Bukopin Medan SB, menurutnya etika digital merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital atau netiquet dalam kehidupan sehari-hari.
Digital Skills adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital. Digital Safety merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Digital Ethics kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquet) dalam kehidupan sehari-hari.

Digital Culture merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.(rel)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Save Our Socmed, Indosat Kampanye Gerakan Anti Hate Speech kepada Mahasiswa UINSU Tuntungan
Indosat Dorong Inklusi Digital ke Indonesia Timur, Kemudahan Akses Informasi dan Peluang Tanpa Batas di NTT
Panglima TNI: Literasi Digital Adalah Kerja Besar Yang Memerlukan Sinergitas
Dinas Kominfo Sumut Siap Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital Sumut
Motivasi Ratusan Relawan Sumut Mengajar, Edy Rahmayadi Minta Terus Cerdaskan Rakyat Hingga ke Tempat Terpencil
Pemko Medan Dorong Masyarakat Manfaatkan Digitalisasi Tingkatkan Kesejahteraan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker