Sabtu, 25 April 2026

Pelindo 1 Dorong Implementasi NLE di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung

Sabtu, 11 September 2021 12:00 WIB
Pelindo 1 Dorong Implementasi NLE di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Sebagai upaya memperkuat kelancaran logistik nasional, Pelindo 1 terus mendorong implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) di pelabuhan-pelabuhan besar yang dikelolanya, khususnya yang berada di wilayah Medan dan sekitarnya.

NLE menjadi logistic digital collaboration platform yang mampu menyediakan layanan logistik dari hulu ke hilir yang menjadi ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen baik internasional maupun domestik sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang.

“Kami mendukung penuh inisiasi pemerintah dalam implementasi NLE sebagai upaya untuk melakukan simplifikasi proses bisnis layanan, kolaborasi sistem logistik, dan kemudahan transaksi pembayaran,” terang Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1, Joko Noerhudha, melalui siaran pers, Sabtu (11/09/2021).

Baca Juga:

Baca Juga : Pemerintah Umumkan Rancangan Penggabungan BUMN Pelabuhan, Pelindo I-IV akan segera terintegrasi menjadi satu Pelindo

Di wilayah Sumatera Utara, sambungnya, tiga pelabuhan Pelindo 1 sudah melakukan implementasi NLE yakni Terminal Peti Kemas (TPK) dan pelabuhan yang dikelola anak perusahaan Pelindo 1 TPK Belawan Fase 2 yang dioperasikan PT Prima Terminal Petikemas, serta Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dioperasikan PT Prima Multi Terminal.

Baca Juga:

[br] “Untuk mendukung implementasi NLE, di TPK Belawan dan TPK Belawan Fase 2 sudah mengintegrasikan layanan dengan Single Submission Quarantine Custom (SSm â€" QC), Surat Penyerahan Petikemas (SP2) online, Delivery Order (DO) online dan autogate. Sementara untuk Kuala Tanjung Multipurpose Terminal sudah diterapkan autogate dan sedang terus kami kembangkan untuk diintegrasikan dengan layanan lainnya sebagai upaya dukungan implementasi NLE di pelabuhan,” jelas Joko.

Selain itu, Pelindo 1 tengah mengembangkan Port Operation Command Center (POCC) untuk memudahkan implementasi NLE di pelabuhan. POCC digunakan sebagai pusat kendali dan koordinasi pelayanan kapal dan terminal serta monitoring antrean kapal. POCC ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dalam kegiatan kepelabuhanan demi kenyamanan pengguna jasa seiring semakin meningkatknya aktivitas kapal dan bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan.

“Saat ini kami sedang mengembangkan POCC yang bermanfaat untuk memaksimalkan ketepatan perencanaan, meningkatkan kinerja operasional, kecepatan dalam koordinasi dan pengambilan keputusan, serta memastikan tercapainya one day billing,” terang Joko.

Baca Juga : Pelindo 1 Dukung Percepatan Pemulihan Covid-19 di Kota Medan

Joko menambahkan bahwa pada awal Oktober tahun ini pemerintah akan menggabungkan BUMN Pelabuhan, Pelindo 1, 2, 3, dan 4 akan berintegrasi menjadi satu Pelindo. Harapannya, dengan integrasi Pelindo ini akan mempercepat proses pengembangan POCC di pelabuhan yang berada di bagian barat Indonesia disebabkan transfer knowledge dari pelabuhan yang sudah berhasil membangun POCC menjadi semakin mudah dan cepat.

“NLE menjadi salah satu bentuk nyata pemerintah untuk mendorong kelancaran logistik nasional serta menekan biaya logistik. Implementasi NLE ini diharapkan dapat menghadirkan layanan yang efisien, sederhana, dan terpadu yang tentunya akan mendukung kinerja layanan kepelabuhanan yang dikelola Pelindo 1,” tutup Joko. (Rel)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Hadiah Umroh Pelindo Ramadan Fest 2026 Berangkatkan Dua Orang
Jalan Tol Kuala Tanjung – Indrapura Akan Beroperasi Tanpa Tarif Mulai 9 Maret 2025
Jelang Idulfitri 2025, Hamawas Lakukan Pemeliharaan Jalan Tol di Sumut
Upacara Tabur Bunga di Perairan Belawan Berlangsung Khidmat
Pelindo Kuala Tanjung Dilaporkan Terkait Dugaan Praktik Monopoli
Delegasi Zhejiang Seaport Group Ningbao Berkunjung ke PMT Terminal Belawan dan Kuala Tanjung
komentar
beritaTerbaru
hit tracker