Senin, 29 Juni 2026

Rakernas Kementerian Agama 2021, Menag Ingin Indonesia Jadi Barometer Keagamaan Dunia

Senin, 05 April 2021 19:00 WIB
Rakernas Kementerian Agama 2021, Menag Ingin Indonesia Jadi Barometer Keagamaan Dunia
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer keagamaan dunia. Hal ini disampaikan Menag dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2021, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer keagamaan dunia,” kata Menag, Senin (05/04/2021). Rakernas Kemenag 2021 yang mengangkat tema Percepatan Transformasi Layanan Publik ini digelar secara luring dan daring, mulai Senin-Rabu (5-7 April 2021). Rakernas diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I Pusat hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten.

Lebih lanjut Menag menuturkan, untuk menjadi barometer keagamaan dunia, maka mewujudkan moderasi beragama menjadi jalan yang harus ditempuh. Selama ini, menurut Menag, Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Baca Juga:

Baca Juga : Kemenag Gelar Isbat Awal Ramadan 12 April 2021, Dibuka Daring dan Luring

“Indonesia ini penduduk muslimnya terbesar di dunia. Jadi logis jika parameter Islam di dunia diarahkan ke Indonesia. Islam yang sangat toleran dan menghargai perbedaan. Kita ingin Indonesia sebagai parameter keagamaan dunia,” tutur pria yang biasa disapa Gus Menteri ini.

Baca Juga:

{br] Gus Menteri juga sempat menyinggung perihal kasus pengeboman yang terjadi di Makassar. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya kesalahan pemahaman cara beragama yang menyebabkan munculnya perilaku ekstrem semacam itu. “Kalau kemarin ada kasus pengeboman, karena mereka salah memandang cara berislam,” tuturnya.

Gus Menteri mengungkapkan, untuk mengukur kinerja ASN Kemenag dalam menjaga kehidupan keberagamaan di Indonesia, pihaknya akan menyusun indeks keagamaan sebagai penilaian atas perilaku keagamaan di tengah masyarakat.

"Jadi kita akan tahu sejauh mana kinerja kita dalam tahun ini sampai 2024 nanti dari indeks yang akan kita siapkan ini, salah satu tujuannya adalah untuk memberikan penilaian atas apa yang kita lakukan, dan respon masyarakat terhadap apa yang sudah kita lakukan," tutupnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai
Pemko Gunungsitoli Gelar Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-79 Kementerian Agama RI Tahun 2025
Rakornas Perencanaan Pembangunan 2024 Hasilkan Delapan Poin Prakarsa Kaldera Toba
Sumut Raih Peringkat Pertama Pembinaan Pengelolaan Informasi Pembangunan Daerah
Hadiri Rakornas Perencanaan Pembangunan Daerah 2024, Pj Gubernur Sumut Tekankan Keselarasan Pembangunan Daerah dan Pusat
Jadi Tuan Rumah, Pemprov Sumut Optimis Rakornas Jadi Wadah Inovasi Pembangunan Daerah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker