Rabu, 17 Juni 2026

Ritual Bugil Penganut Hakekok Bikin Geger Warga Desa Karang Bolong, Kemenag Terjunkan Penyuluh Agama

Sabtu, 13 Maret 2021 18:00 WIB
Ritual Bugil Penganut Hakekok Bikin Geger Warga Desa Karang Bolong, Kemenag Terjunkan Penyuluh Agama
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, digegerkan dengan kabar sekelompok warga yang diketahui tergabung dalam pengikut 'Hakekok Balakasuta' melakukan ritual bugil hingga akhirnya viral di media sosial (medsos). Desa Karang Bolong diketahui menjadi tempat berlangsungnya ritual tersebut.

Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) menerjunkan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk mengedukasi penganut ‘Hakekok Balakasuta’, di Pandeglang, Banten. “Saya bersama teman-teman penyuluh lainnya sudah ke lokasi, melihat langsung bagaimana kondisinya,” kata Penyuluh Agama Ciegeulis Kabupaten Pandeglang, Mahli Yudin, dilansir dari Kemenag.go.id, Sabtu (13/03/2021).

“Kepolisian telah mengamankan 16 orang pengikut aliran Hakekok Balakasuta tersebut. 16 orang yang melakukan ritual tersebut diantaranya, 5 perempuan dewasa, 8 laki-laki, dan 3 anak-anak. Ritual Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong,” jelas Mahli Yudin.

Baca Juga:

Baca Juga : 3 WNI Disandera Perompak di Perairan Santa Clara Republik Gabon, Begini Cerita Pembebasannya

Dia menjelaskan, kegiatan ritual tersebut baru dilaksanakan satu kali. Tujuan penganut Hakekok adalah untuk membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan diri lebih baik. Aliran tersebut mengadopsi ajaran Hakekok yang dibawa oleh almarhum Abah Edi, dan diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya Leuweng Kolot.

Baca Juga:

[br[ “Ke depan kami (penyuluh agama) juga kan melibatkan tokoh agama setempat untuk memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur budaya terhadap penganut aliran ini,” ungkap Mahli Yudin.

Aliran Hakekok, menurut Mahli sudah lama muncul di Pandeglang Banten. Aliran ini pernah dikembangkan di padepokan atau majelis zikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. “Aliran Hakekok ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, waktu itu sampai membuat keresahan warga yang secara spontan langsung melakukan pembakaran padepokan tempat aliran itu. Kami terus berupaya memantau agar hal itu tidak terjadi lagi,” paparnya.

Baca Juga : Terpisah dengan Orangtua Saat Berburu, Anak 13 Tahun Dua Minggu Hilang di Hutan

Mahli Yudin pun menyampaikan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya untuk memastikan tidak terjadi keributan dan tindakan main hakim sendiri. "Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi keributan, dan tindakan main hakim sendiri,” pungkasnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Program Penyuluhan Agama, Kankemenag Karo Koordinasi dengan Dinsos Sumut
Hasil Seleksi Kompetensi Calon PPPK Kemenag Segera Diumumkan
Pendaftaran Seleksi Siswa Baru Madrasah Aliyah Negeri Dibuka 10 Januari
Optimalisasi Layanan PTSP, Kemenag Kota Pematangsiantar Tingkatkan Pelayanan Terbaik
Audit Kemenag 2021, Indeks Akurasi Data EMIS 4.0 Naik
12 ASN Kemenag Tanjungbalai Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden
komentar
beritaTerbaru
hit tracker