Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) berupa penanaman 1000 pohon dalam acara yang bertajuk ‘Gerakan Dairi Hijau’ bersama masyarakat di Kecamatan Silahisabungan.
Penanaman pohon ini digelar untuk mewujudkan Dairi yang asri dan juga hijau, sembari menjawab persoalan yang dihadapi para penenun Ulos Silalahi yang saat ini sangat bergantung pada tumbuhan dan tanaman endemik yang tumbuh di tanah Silahisabungan sebagai bahan dasar pewarna alami untuk pewarna benang bahan pembuat Ulos Tenun Silalahi.
Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi Romy Mariani menyampaikan kegiatan penanaman pohon ini dilakukan atas respon dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dairi, untuk menunjang kegiatan para Penenun Ulos Silalahi yang ada di Kecamatan Silahisabungan."Para penenun dalam melakukan kegiatan tenun Ulos saat ini sangat membutuhkan berbagai tumbuhan endemik yang mulai langka ditemukan oleh para penenun sebagai bahan baku pewarna alami, untuk pembuatan Ulos Silalahi," ungkapnya dilansir dari laman dairikab.go.id, Minggu (26/07/2020).
Selain itu, kata Romy Mariani, penanaman pohon ini juga mendukung kelestarian alam di tempat Wisata Tao Silalahi agar tetap asri dan lestari serta menjaga keseimbangan alam di tempat wisata sekitar pantai Tao Silalahi.
Sementara itu, Bupati Dairi Dr Eddy menjelaskan selain kegiatan penanaman pohon yang dilakukan saat ini untuk menjaga keseimbangan alam yang ada di lokasi wisata Tao Silalahi ini dengan Gerakan Dairi Hijau, setiap Dinas terkait juga sudah harus memikirkan berbagai persiapan menjelang dibukanya tempat wisata yang ada di Tao Silalahi.
“Dinas Pemdes juga harus memikirkan pembentukan BUMDES yang memberdayakan masyarakat baik penenun dan juga pelaku usaha di sekitar lokasi wisata Tao Silalahi, begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup, agar sebelum tempat wisata ini buka harus dilakukan gerakan bersih-bersih di sekitar Pantai Tao Silalahi baik dengan gotong royong dan juga melibatkan pihak Kecamatan dan juga aparat desa sehingga turis yang datang dapat nyaman, dan ekosistem yang ada di tempat wisata Pantai Tao Silalahi tetap terjaga dan tidak rusak,†papar Bupati.
Salah seorang satu penenun, Pretty Purba mengaku sangat senang atas program penanaman 1000 pohon yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Dairi. Terlebih semuanya bibit pohon yang ditanam merupakan jenis-jenis pohon yang bisa digunakan sebagai bahan pewarna alami untuk pembuatan Ulos Silalahi yang digelutinya.
“Selama ini kita kesulitan mencari tanaman-tanaman tersebut karena sudah mulai langka. Kadang ibu-ibu penenun harus ke tengah hutan dan ke gunung sekitar Silalahi untuk mencari tumbuh-tumbuhan tersebut.Saat ini kita tinggal menunggu tanam ini tumbuh dan hasilnya bisa dimanfaatkan para penenun yang ada di desa kami,†ujar Pretty Purba.(BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar