Senin, 20 April 2026

Tim Haji Pulang, Dirjen PHU Paparkan Progres Penyedia Layanan Jemaah di Saudi

Sabtu, 11 April 2020 19:05 WIB
Tim Haji Pulang, Dirjen PHU Paparkan Progres Penyedia Layanan Jemaah di Saudi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Sebanyak 34 petugas yang tergabung dalam tim penyedia layanan haji Indonesia di Arab Saudi hari ini tiba ke Tanah Air. Mereka terbang bersama 55 jemaah umrah Indonesia yang sempat tertahan kepulangannya karena kebijakan lockdown yang diberlakukan Arab Saudi.

"34 petugas tim penyedia layanan haji di Arab Saudi ikut pulang bersama rombongan jemaah umrah. Mereka mendarat hari Jumat (10/04/2020), jam 02.00 WIB di Bandara Soetta dengan SV 818," Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar, dilansir dari Kemenag.go.id, Sabtu (11/04/2020).

Menurut Nizar, setibanya di Cengkareng, mereka diperiksa berdasarkan protokol kesehatan bandara oleh tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pemeriksaan antara lain berupa pengecekkan thermal suhu tubuh minimal 3 kali, dengan alat tembak dan thermal screening. "Dilakukan juga wawancara kesehatan menyangkut riwayat kesehatan dan kontak fisik selama di Arab Saudi, termasuk keluhan adanya demam, batuk, suhu tinggi, dan sesak nafas," ujarnya.

Baca Juga:

Setelah pemeriksaan, KKP memberikan status clear screening bagi mereka yang dinilai lulus pemeriksaan kesehatan. "Alhamdulillah, semua dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan tanda-tanda Covid-19. Namun, sebagai antisipasi, mereka tetap harus melakukan isolasi selama 14 hari," lanjut Nizar.

Terkait Progres Penyediaan Layanan di Arab Saudi, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan bahwa 34 petugas ini terbagi dalam tiga tim, yaitu: penyedia akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

Baca Juga:

Menurut Endang, tim penyedia akomodasi sudah deal dengan 152 hotel di Makkah dengan 208.296 kapasitas. Selain itu, ada empat hotel cadangan dengan 1.590 kapasitas. Untuk akomodasi Madinah, tim telah mendapatkan 28 hotel dengan 26.520 kapasitas dengan sistem penyewaan full musim berdasarkan Rencana Perjalanan Haji tahun 1441H/2020M.

"Tim penyediaan akomodasi tidak dapat melanjutkan negosiasi akomodasi Madinah karena jadwal penerbangan belum keluar. Jadwal ini dibutuhkan untuk konfigurasi penempatan dan menghitung ketercukupan pagu," jelas Endang.

Untuk konsumsi jemaah, lanjut Endang, tim telah menyelesaikan negosiasi dengan 39 penyedia konsumsi wilayah Makkah, dan 17 penyedia konsumsi wilayah Madinah. Negosiasi juga sudah diselesaikan dengan 13 penyedia layanan konsumsi di Armina dan 2 penyedia layanan konsumsi di bandara Jeddah.

Endang menambahkan, 13 perusahaan ikut mendaftar dalam penyediaan layanan transportasi antar kota perhajian (Madinah - Makkah - Jeddah atau sebaliknya) bagi jemaah haji Indonesia. Ada 9 perusahaan yang mendaftar untuk layanan transportasi shalawat. "Setelah dilakukan penilaian dokumen, 11 perusahaan memenuhi syarat administrasi untuk ikut dalam penyediaan transportasi antar kota perhajian. Sementara untuk transportasi shalawat, sebanyak 6 perusahaan yang memenuhi syarat. Tim juga sudah melakukan kasyfiyah terhadap perusahaan-perusahaan tersebut," jelas Endang.

Namun, kata Endang, tim penyediaan transportasi belum bisa melanjutkan negosiasi. "Karena perusahaan bus dan juga Naqabah mengacu pada arahan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menunda segala bentuk kontrak," pungkasnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Menag Ungkap Prabowo Ingin Bikin Kampung Indonesia di Arab Saudi
Menpora Arab Saudi Siap Kolaborasi dengan RI
Menang 2-0 dari Arab Saudi, Indonesia Naik ke Peringkat 3 Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sebanyak 21 Jemaah Haji Asal Sumut Wafat, Dinkes: Mayoritas Alami Heat Stroke
Kerjasama RS Adam Malik Medan dan Dokter Arab Saudi, 25 Anak Kelainan Jantung Dioperasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker