Rabu, 29 April 2026

Mabes TNI Gelar Doa Bersama HUT ke-74 TNI untuk Pahlawan Revolusi

Senin, 30 September 2019 20:45 WIB
Mabes TNI Gelar Doa Bersama HUT ke-74 TNI untuk Pahlawan Revolusi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-74 TNI tahun 2019, Mabes TNI menggelar acara 'Doa Bersama HUT ke-74 TNI untuk Pahlawan Revolusi' atas jasa-jasa para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa raganya demi merah putih.
 
Doa Bersama ini diikuti 7.057 orang Prajurit dan PNS TNI dan Polri dilaksanakan secara serentak di empat tempat yaitu di Lapangan Plaza untuk yang beragama Islam, di Gereja Bukit Kasih untuk yang beragama Kristen Protestan, di Gereja Bunda Maria Fatimah untuk yang beragama Kristen Katholik dan di Pura Tri Jaya Dharma Mabes TNI untuk yang beragama Hindu, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/09/2019) malam.
 
Panglima TNI, Marsekal TNI Dr (HC) Hadi Tjahjanto SIP, yang diwakili Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji SE MM, dalam sambutannya mangatakan bahwa doa bersama ini sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada TNI yang akan berulang tahun pada tanggal 5 Oktober nanti. “Tetapi lebih luas lagi kita berdoa bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. Kita berdoa bagi persatuan dan kesatuan bangsa yang akan membawa kepada kejayaan Indonesia,” ujarnya.
 
Menurut Panglima TNI, akhir-akhir ini kita rasakan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, semakin rumit berbagai bencana dan peristiwa bertubi-tubi. “Kita alami bersama mulai dari gempa bumi, letusan gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat sampai demonstrasi yang berujung kerusuhan dan huruk pikuk Pilkada serentak dan Pemilu dan sebagainya,” terangnya.
 
Lebih lanjut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi cobaan, di usia 74 tahun ternyata belum cukup dewasa, untuk  itu bangsa Indonesia agar saling menghargai dan menghormati, menyadari perbedaan dan menjadikan kekuatan serta bahu-membahu dalam pembangunan pendiri bangsa ini. “Sesungguhnya kita sudah menyadari hal tersebut sehingga menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan, sebagai bagian dari komponen bangsa TNI memiliki kewajiban untuk bersinergi dengan komponen lainnya. Kita harus bersama-sama memanfaatkan setiap potensi yang ada untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bersama,” kata Panglima TNI.
 
Panglima TNI juga berpesan agar tidak boleh ada yang tertinggalkan dan terpinggirkan atau tertinggal sama sekali. Indonesia adalah negara yang besar, punya segala-galanya. “Kekayaan alam yang melimpah, penduduk yang besar serta keanekaragaman yang begitu banyak. Semoga melalui doa bersama ini Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan berkahnya kepada bangsa dan negara Indonesia serta TNI dapat melaksanakan setiap tugas pokok yang telah dipercayakan kepada rakyat Indonesia. Semoga Allah SWT mencintai seluruh langkah perjuangan kita demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
 
Adapun penceramah Agama Islam oleh Ust Maulana Habib Lutfi Bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Agama Kristen Protestan Pendeta Dr Alexius Letlora MMin, Agama Kriten Katholik Uskup Mgr Yohanes Harun Wiyono dan Agama Hindu Dr I Wayan Swastika MSi. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD
Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan
Taklimat Akhir Itjen TNI Periode I TA 2025 Di Komando/Satuan Wilayah Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat
TNI Ukir Sejarah, Taruna Akmil Pertama Tempuh Pendidikan di Australian Defence Force Academy
Kasum TNI Pimpin Sertijab Danjen Akademi TNI, Aspers Panglima TNI dan Aster Panglima TNI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker