Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS membuka secara resmi Pelatihan Biosecurity dan Biosafety 2018 yang diikuti oleh 25 Perwira Menengah dan berlangsung selama dua hari dari tanggal 22-23 Oktober 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/10/2018).
Kapuskes TNI menyampaikan bahwa pelatihan Biosecurity dan Biosafety 2018 menjadi ajang latihan yang strategis dan efisien dalam berbagi pengetahuan, sikap dan perilaku para petugas kesehatan khususnya difasilitas kesehatan TNI terhadap pencegahan bahaya kontaminasi dan infeksi, serta mencegah terjadinya bahaya kebocoran sumber infeksi patogen.
Lebih lanjut Kapuskes TNI mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat dibidang kesehatan militer, dan merupakan perwujudan dari Globa Health Security Agenda (GHSA) yang dicanangkan tahun 2014. TNI sangat mendukung kegiatan GHSA ini sehingga dalam visi dan misi, TNI senantiasa ikut serta dalam 'protect, detect, and respond' Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ada di Indonesia.
Kapuspen TNI juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas kehadiran Atase Pertahanan (ATHAN) Amerika untuk Indonesia Kolonel Michael D. Spake, dan para instruktur yang berasal dari Amerika Serikat dan Indonesia. Pelatihan Biosecurity dan Biosafety 2018 juga bertujuan untuk menguatkan kerjasama dan persahabatan kedua negara dan kedua Angkatan Bersenjata khususnya.
Sementara itu, Country manager Indonesia Engagement Cooperative Biological Engagement Program Defense Threat Reduction Agency Departement Pertahanan Amerika Serikat Mr. Jhon Schaefer mengatakan dalam rangka kerjasama antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam kerangka United States Indonesia Bilateral Defense Dialog (USIBDD) merupakan suatu bagian kolaborasi yang memiliki kepentingan bersama dalam rangka untuk meningkatkan keamanan keselamatan kesehatan secara global.
"Pelatihan Biosecurity dan Biosafety 2018 menghadirkan ahli-ahli profesional dari medis dan juga laboratorium yang memiliki suatu pemahaman dan pandangan internasional dalam hal keamanan dan prinsip-prinsip keselamatan biologis," jelasnya.(Rel)
Tags
beritaTerkait
komentar