Selasa, 02 Juni 2026

Panglima TNI: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Konsekuensi Logis Jaga NKRI

Selasa, 10 Juli 2018 23:15 WIB
Panglima TNI: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Konsekuensi Logis Jaga NKRI
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Indonesia berada di antara persilangan ideologi dunia yang berbeda dan di persilangan ekonomi yang sangat kuat dan besar. Kondisi ini menuntut Kemanunggalan TNI dan Rakyat yang kokoh dan kuat, sebagai konsekuensi logis dari negara majemuk dan negara kepulauan terbesar di dunia yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxy dan hibrida.
 
Demikian paparan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr Didit Herdiawan MPA MBA, dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Letjen TNI Dony Murnado selaku Sesjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) tentang “Merawat Perdamaian Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku Dan Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur,” bertempat di Hotel JS Luwansa, DKI Jakarta, Selasa (10/07/2018).
 
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang diwakili oleh Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto SH, diikuti oleh segenap komponen bangsa baik dari Pemerintah, TNI, Polri, Civitas Akademi, Tokoh Politik, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP mengatakan, kemajuan zaman yang semakin modern menghadirkan perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat dan sulit diprediksi. Keadaan ini juga merupakan cerminan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh kuat dan harus terjaga dengan baik. “Untuk itu ada hal mendasar yang harus dipegang teguh yaitu keberadaan dan kebersatuan kita sebagai bangsa merupakan modal sosial yang sangat diperlukan,” katanya.
 
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan lingkungan strategis baik pada lingkup global maupun regional yang disertai perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi menghadirkan fenomena-fenomena baru. “Hal ini akan merubah perspektif ancaman terhadap integritas NKRI, yaitu ancaman kontemporer baik yang berdimensi militer murni maupun non militer atau campuran diantara keduanya,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0, transformasi pada berbagai bidang dipicu oleh distruptif innovation yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya, menjadi suatu paradigma yang benar-benar baru dan tidak pernah diduga sebelumnya.  “Karakteristik utamanya adalah perubahan yang tidak pernah terduga pada faktor kecepatan atau speed, skala atau scale dan kekuatan atau force. Jika dikaitkan dengan karakteristik lingkungan strategis maka asimetri perang juga akan bertransformasi pada aspek kecepatan atau speed, jangkauan atau range dan daya hancur atau lethality,” ujarnya.
 
Meski era disrupsi dan revolusi industri 4.0 merupakan suatu peradaban baru manusia, namun dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman diantaranya ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats dan ancaman kesenjangan atau inequality threats. “Oleh karena itu kondisi inilah menuntut kepentingan kemanunggalan TNI – Rakyat yang kokoh kuat, sebagai konsekuensi logis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ungkap Panglima TNI. 
 
Mengakhiri paparannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan bahwa Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan hal penting sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah. “Tentunya tidak dapat hanya mengedepankan TNI semata namun diperlukan peran serta dan kontribusi terbaik seluruh komponen bangsa untuk bersinergi, terintegrasi, bahu membahu dan berkesinambungan dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang kokoh kuat,” pungkasnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD
Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI
Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker