Rabu, 03 Juni 2026

Tinjau Persiapan Haji, Menag Kunjungi Penyedia Katering dan Cek Hotel Jemaah

Sabtu, 09 Juni 2018 20:15 WIB
Tinjau Persiapan Haji, Menag Kunjungi Penyedia Katering dan Cek Hotel Jemaah
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meninjau penyiapan operasional haji 1439H/2018 M di Madinah. Menag memantau kesiapan layanan katering, akomodasi, dan kesehatan yang akan diberikan ke jemaah, Jumat (08/06/2018) malam. Dalam kesempatan itu Menag meninjau dapur Burhan Al Huda, salah satu penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia. 
 
"Jaga higienitas, baik bahan makanan maupun proses memasaknya. Sistem distribusi juga harus cepat dan tepat agar makanan bisa segera dikonsumsi jemaah," ujar Menag didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali, Konjen RI di Jeddah M Heri Sarifudin, Kasubdit Katering Abdullah Yunus dan Kadaker Bandara Arsyad Hidayat seperti dilansir dari laman kemenag. 
 
Menag mengapresiasi Dapur Burhan Al Huda yang sudah mempekerjakan chef atau tukang masak asli Indonesia. Itu harus dilakukan untuk memastikan makanan jemaah bercitarasa Indonesia. "Untuk menjamin keterpenuhan cita rasa Indonesia, kami akan lakukan pelatihan sertifikasi memasak. Itu harus diikuti semua penyedia katering. Pelatihnya dari tenaga ahli Indonesia," tutur Menag. 
 
Di Madinah,  total ada 15 perusahaan katering yang akan melayani jemaah haji Indonesia. Selama di Kota Nabi ini, jemaah akan mendapatkan dua kali makan (siang dan malam) serta satu kali snack berat (sarapan) dalam setiap harinya.Selain dapur katering, Menag juga memeriksa Hotel Marriot yang berlokasi di sebelah utara Masjid Nabawi. Hotel di wilayah Markaziah ini merupakan salah satu pemondokan jemaah yang dikontrak satu musim penuh.
 
Untuk kali pertama, sistem penyewaan hotel di Madinah pada musim haji tahun ini dilakukan dengan tiga pola yakni sewa setengah musim, sewa semusim penuh, dan blocking time.Selama ini, sistem sewa hotel di Madinah dilakukan secara blocking time (8-9 hari). 
 
Tahun 2018, bahkan mayoritas hotel disewa semusim penuh. Total ada 32 hotel yang telah disewa dengan kapasitas 108.574 jemaah (52,02%). Sewa setengah musim 0,62%, sedang blocking time 47,36% (75 hotel dengan kapasitas 98.838 jemaah). 
 
"Pola ini akan lebih memudahkan penempatan jemaah dan pengaturan jadwal pergerakan jemaah gelombang pertama ke Makkah usai menjalani ibadah Arbain, dan jemaah gelombang kedua ke bandara saat akan pulang ke Tanah Air.Jemaah tidak perlu diburu-buru segera check out karena ada masa sewanya sudah habis dan kamar akan diisi jemaah lainnya," pungkas Menag.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Walikota Pematangsiantar Saksikan Gala Premiere Film Siantar Hotel Berdarah
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker