Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Walikota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM memimpin rapat koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga, sekaligus melakukan evaluasi ketersediaan bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H, akhir pekan kemarin.
Dalam kesempatan itu, Walikota membahas mengenai ketersediaan stok pangan untuk kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus mencarikan solusi untuk mengantisipasi jika harga barang mengalami kenaikan, sehingga stabilitas harga dapat terkendali."Harga dan stok barang-barang kebutuhan untuk masyarakat Sibolga menjelang ramadhan 1439 H masih stabil dan dalam posisi aman," ujar Walikota saat melakukan sidak di Pasar Sibolga Nauli dan Kansilog Sibolga.
Dilansir dalam laman sibolgakota.go.id, Minggu (13/05/2018), dari hasil sidak tersebut, ketersediaan stok pangan di Kota Sibolga mencukupi atau masih berada dalam posisi aman.
“Tidak hanya pedagang eceran, kita juga memantau ke distributor. Ternyata di lapangan, barang cukup, baik itu beras, tepung, gula, telor, minyak, dan lain-lain. Kegiatan peninjauan ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk memantau dan mengetahui perkembangan harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya mengalami lonjakan kenaikan harga,” jelas Walikota.
Bahkan, sambung Syarfi, pihak kepolisian dan Forkopimda juga berkomitmen akan ikut mengecek distributor maupun pedagang eceran, yang kedapatan melakukan tindakan penimbunan barang, akan ditindak secara hukum. “Dengan stabilitas harga pangan, menghadapi bulan puasa masyarakat tenang dan nyaman melaksanakan ibadah dan kebutuhan mereka juga terpenuhi dengan cukup dan harganya juga tidak melonjak,” terangnya.
Dia menambahkan, agar tidak terjadi kelangkaan gas bersubsidi 3 kg, pihaknya juga akan melakukam peninjauan ke restoran dan hotel, jika kedapatan masih menggunakan gas bersubsidi, akan dikakukan tegoran maupun tindakan. “Akan kita sisir dulu restoran dan hotel yang menggunakan elpiji 3 kg, yang kedapatan akan kita tegor atau diberi tindakan tegas,” pungkasnya.(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar