Sabtu, 25 April 2026

Jumat Sore Gunung Sinabung Kembali Meletus, Relokasi Jalan Terus

Jumat, 06 April 2018 22:45 WIB
Jumat Sore Gunung Sinabung Kembali Meletus, Relokasi Jalan Terus
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara kembali meletus pada Jumat (06/04/2018) sore sekira pukul 16.07 Wib. Letusan melontarkan abu vulkanik dan material piroklastik dengan tekanan kuat berwarna abu-abu gelap hingga setinggi 5.000 meter. Letusan juga disertai awan panas sejauh 3.500 meter ke arah Tenggara-Timur dan Selatan-Tenggara. 
 
"Tidak ada korban jiwa dari letusan tersebut karena di daerah zona berbahaya sudah kosong dari aktivitas masyarakat. Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi. Status Gunung Sinabung tetap Awas (level IV). PVMBG menaikkan VONA menjadi merah. Aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan," ungkap Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB.
 
Kendati meletus, relokasi pengungsi tetap akan jalan terus. Sutopo menyebutkan, hingga Maret 2018, terdapat 30 lokasi relokasi. Proses pembangunan rumah-rumah di lokasi itu bervariasi, ada yang sudah selesai, tetapi ada juga yang masih terus berproses menuju penyelesaian pembangunan. "Sebagai contoh di Nang Belawan 2, sebanyak 341 rumah telah berdiri gagah. Sementara di Surbakti 2, sebanyak 227 unit rumah sedang dibangun dengan proses pembangunan mencapai 63% sampai dengan Maret 2018," sebutnya.
 
Lebih jauh Sutopo menjelaskan, dua lokasi hamparan tersebut dan unit rumah yang dibangun adalah bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) pascabencana erupsi atau letusan Sinabung. BNPB bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Karo, Kementerian/Lembaga terkait, dan masyarakat yang melaksanakan pembangunan rumah-rumah tersebut. 
 
Ada tiga tahap relokasi untuk penanganan pascabencana erupsi Sinabung ini. Tahap pertama, pemenuhan kebutuhan relokasi untuk 370 kepala keluarga (KK) di Siosar yang berasal dari tiga desa yaitu Desa Bekerah 112 KK, Sukameriah 128 KK, dan Simacem 130 KK. Di lokasi ini, selain rumah-rumah dibangun pula sarana pendukung, fasilitas umum, dan fasilitas sosial bagi warga.
 
Tahap kedua, pemenuhan kebutuhan relokasi mandiri untuk 1.655 KK dan 181 KK data tambahan yang berasal dari empat desa yaitu Desa Gurukinayan 778 KK, Kutatonggal 108 KK, Berastepu 611 KK dan Gamber 158 KK. 
 
"Di tahap kedua ini, masyarakat memperoleh bantuan dana rumah dan bantuan lahan usaha tani. Metode yang digunakan untuk membangun rumah adalah relokasi mandiri yang tersebar di 22 hamparan. Secara teknis pelaksanaan pembangunan rumah didampingi oleh Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) dari Kementerian PUPR. Sampai dengan bulan Maret 2018, sebanyak 1.170 rumah terbangun dan 485 rumah lainnya masih dalam proses pembangunan," papar Sutopo.
 
Tahap ketiga, lanjutnya, adalah pembangunan infrastruktur prasarana sarana pendukung di lokasi relokasi mandiri yang telah selesai di tahap kedua dan pembersihan lahan relokasi tahap ke-3 di Siosar untuk sekitar 1.098 KK yang masih dalam proses verifikasi penetapan by name by address. "Warga yang akan direlokasi tersebut berasal dari Desa Sigarang-garang, Desa Sukanalu, Desa Mardinding dan Dusun Lau Kawar," pungkasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Pemko Gunungsitoli dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah
Terserang Hipotermia, Pendaki Gunung Sibayak Dievakuasi
Meiman Kristian Harefa Dilantik Jadi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli
DPRD Gunung Sitoli Gelar Paripurna Pengumuman Akhir Masa Jabatan Walikota dan Pengumuman Penetapan Walikota dan Wakil Walikota
Walikota Gunungsitoli Tinjau Launching Pemberian Makanan Bergizi Gratis
TP PKK Gunungsitoli Gelar Perayaan Natal 2024
komentar
beritaTerbaru
hit tracker