Senin, 27 April 2026

Perayaan Cheng Beng, Tradisi Penghormatan Leluhur

Senin, 26 Maret 2018 19:15 WIB
Perayaan Cheng Beng, Tradisi Penghormatan Leluhur
BERITASUMUT.COM/BS09
Tokoh Tionghoa Sumatera Utara (Sumut), Berry CWT
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bagi warga Tionghoa, Cheng Beng merupakan salah satu tradisi yang dianggap sangat penting untuk dilakukan. Karenanya, dimanapun berada, setiap orang Tionghoa diharuskan pulang ke kampung halamannya agar dapat berziarah ke makam para leluhur, sebagai wujud dari sikap penghormatan mereka.
 
Salah satu tokoh Tionghoa Sumatera Utara (Sumut), Berry CWT mengatakan, Cheng Beng itu wajib dilakukan setiap 10 hari sebelum dan 10 sesudah puncak Cheng Beng berlangsung. Pada tahun ini, puncak Cheng Beng berlangsung pada 5 April, sehingga awal Cheng Beng akan dimulai pada Selasa (27/03/2018). "Makna Cheng Beng itu ialah berziarah dan bersembahyang di makam leluhur. Jika tidak dilakukan, akan dianggap tidak berbakti atau durhaka pada leluhurnya," ungkapnya kepada wartawan, Senin (26/03/2018).
 
Selain itu, bila Cheng Beng tidak dilakukan, jelas Berry, maka juga diyakini akan berpengaruh pada kehidupan, termasuk dalam usaha dan keturunannya. Karena dianggap sudah kualat kepada leluhurnya. "Untuk itu, dalam Cheng Beng ini wajib untuk kembali. Mau dimanapun, baik di dalam atau diluar negeri harus pulang ke kampung halamannya untuk berziarah," jelasnya.
 
Namun Berry sangat menyanyangkan, tradisi Cheng Beng ini belum didukung oleh keamanan yang baik. Padahal, tradisi Cheng Beng menurut Berry akan sangat menguntungkan, karena dapat menghasilkan devisa yang banyak. Dia menilai, Pemerintah juga belum meliriknya sebagai sumber potensi wisata. Padahal, melalui Cheng Beng, setiap orang akan datang bahkan jauh dari luar negeri, sehingga mampu menghidupkan perekonomian bangsa.
 
"Kan kasihan orang sudah jauh-jauh pulang tapi tidak aman karena diganggu preman. Untuk itu, sebagai tokoh Tionghoa saya meminta pemerintah, khususnya Polri maupun TNI dapat menjaga keamanan di kuburan. Cheng Beng ini kan sumber wisata juga, apalagi dilakukan tanpa promosi," terangnya.
 
Karena ketidaknyamanan itu, sambung Berry, saat ini sudah banyak warga Tionghoa yang mengambil kerangka leluhurnya untuk dikremasi menjadi abu. Selanjutnya abu itu dibawa ke luar negeri, sehingga disaat Cheng Beng mereka tidak lagi akan pulang ke kampung halamannya. "Padahal mereka yang meninggal disini adalah leluhurnya juga. Tapi karena saat Cheng Beng sering diganggu preman, akhirnya membuat orang tidak mau pulang lagi," pungkasnya.
 
Sementara itu, warga Sekip Baru Medan Yuvy mengatakan, Cheng Beng merupakan tradisi bagi keluarganya untuk berdoa dan memberikan penghormatan sebagai rasa bakti pada leluhur. Tetapi bukan hanya kepada leluhur namun bisa juga kepada sanak-saudara, famili atau kerabat.
 
Cheng Beng sebutnya, merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dan rutin setahun sekali. Biasanya, dia bersama keluarga membersihkan dan mengecat kuburan di saat Cheng Beng. "Kami berziarah ya di pemakaman Tionghoa di Budi Murni, Galang Deli Serdang dan ziarah kuburnya mungkin dilakukan beberapa hari ke depan. Di bulan inilah menjadi hari yang sangat bermakna bagi etnis Tionghoa, karena sejauh manapun keluarga yang ditinggalkan pasti kembali untuk melakukan Cheng Beng," ucapnya.
 
Penghormatan kepada leluhur, tambahnya, dilakukan dengan memasang hio dan lilin, boleh disertai persembahan air putih, buah-buahan dan makanan. Namun, penghormatan saat sembahyang Cheng Beng tidak mutlak harus ada semuanya, bentuk persembahan tergantung kepada pribadi masing-masing. "Pada intinya yang terpenting harus disertai doa atau pembacaan doa pelimpahan jasa yang dilakukan oleh setiap orang," tuturnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Ribuan Warga Tionghoa Sembahyang Cheng Beng di Pemakaman Yayasan Sosial Marga Ong
Upacara Adat Bakar Batu di Papua, Panglima TNI Kirimkan 59 Ekor Babi Hutan
Hari ke-10 Cheng Beng, Peziarah Pulang Lebih Cepat
Polsek Delitua Amankan Dua Orang Penjual Tiket Palsu Kegiatan Cheng Beng
Polsek Delitua Hadiri Rapat Pelaksaan Cheng Beng di Medan Johor
komentar
beritaTerbaru
hit tracker