Sabtu, 25 April 2026

Kepala BNPB dan Wagubsu Kunjungi Pengungsi Sinabung

Rabu, 28 Februari 2018 21:45 WIB
Kepala BNPB dan Wagubsu Kunjungi Pengungsi Sinabung
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama Wagubsu Brigjen (Purn) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH mengunjungi pengungsi korban bencana erupsi Gunung Sinabung, Rabu (28/2/2018) di Kecamatan Simpang Empat, Karo.
 
Turut mendampingi Deputi Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Tanggap Cepat Bencana Djoko, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) bidang Komunikasi Politik Roy, Bupati Karo Terkelin Brahmana dan unsur Forkopimda, Wabup Corry Sebayang, jajaran BNPB, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis, OPD Pemkab Karo, Camat dan Kepala Desa, TNI dan POLRI serta para Tim Reaksi Cepat (TRC) Tanggap Darurat Provsu dan Pemkab Karo.
 
Dalam kunjungannya, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan bahwa kedatangannya beserta rombongan Kementerian PMK dan KSP dalam rangka melihat dan meninjau langsung progres atau kemajuan yang telah dicapai dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi dampak dari erupsi Sinabung Volcano. Di samping itu juga untuk mengidentifikasi semua permasalahan-permasalahan yang menghambat dari penyelesaian program kerja pemerintah pusat yakni meliputi pemukiman hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) serta infrastruktur.
 
Willem menjelaskan untuk relokasi mandiri tahap pertama di Siosar sudah selesai tahun lalu sebanyak 370 unit/kepala keluarga (KK). Kemudian relokasi mandiri tahap kedua sebanyak 1.650 KK dan telah selesai 879 KK sisanya pada akhir maret 2018."Saya sudah melihat dan berbicara langsung dengan masyarakat yang menempati baik di huntara III maupun Huntap. Dan saya sudah mengetahui apa permasalahan dan keluhan-keluhan mereka diantaranya air bersih dan listrik," ujarnya.
 
Terakhir relokasi mandiri tahap ketiga, dikatakan Kepala BNPB akan dibangun 1.098 unit rumah di mana untuk kebutuhan pemukiman masih tahap pembebasan lahan (land clearing) dan untuk kebutuhan lahan sedang proses perizinannya. "Yang menjadi permasalahan di sini adalah dengan berkembangan data kepemilikan lahan. Untuk itu dari hasil kesepakatan antara Pemerintah Pusat dan Pemkab Karo, Pemkab Karo harus menerbitkan SK tentang data penerima bantuan hunian agar kedepannya tidak terjadi perubahan data," jelasnya.
 
Lebih lanjut disampaikannya situasi sekarang ini yang paling diwaspadai adalah Pertama, ancaman erupsi seperti yang terjadi 18 Februari 2018 yang lalu."Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dan masyarakat yang telah dengan segera melakukan tanggap darurat dengan cepat dan efektif sehingga tidak tidak ada memakan korban jiwa," terang Willem.
 
"Kemudian yang kedua adalah waspada terhadap lahar dingin. Untuk mencegah aliran lahar dingin maka Pemerintah Pusat bekerjasama dan bersinergi dengan Pemprovsu dan Pemkab Karo untuk membangun dam," pungkas Willem menambahkan.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
 Pj Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Terpilih Sumut Hasil Pilkada 2024
Ikuti Paripurna Pengumuman Penetapan Gubsu-Wagubsu Terpilih, Bobby Nasution: Insya Allah Amanah Ini Kami Jalankan Sebaik-baiknya
Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana
Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan
Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki
Abang Ipar Meninggal, Gubernur Sumut Sampaikan Duka ke Wagub
komentar
beritaTerbaru
hit tracker