Kamis, 30 Juli 2026

Danrem 174/ATW Pimpin Evaluasi 10 Hari Tanggap Darurat KLB Asmat

Minggu, 28 Januari 2018 14:30 WIB
Danrem 174/ATW Pimpin Evaluasi 10 Hari Tanggap Darurat KLB Asmat
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk mulai memasuki fase 10 hari kedua dari tahap 30 hari tanggap darurat. Evaluasi penanggulangan tanggap darurat dipimpin oleh Danrem 174/ATW selaku Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan didampingi oleh Bupati Asmat Elisa Kambu SSos dihadiri oleh pihak TNI, Polri, Kemenkes RI, Pemda dan tokoh masyarakat, bertempat di Aula Wouru Cem Kesbangpol, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Sabtu (27/1/2018).
 
Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) diperkuat oleh para dokter spesialis dan paramedis dari Puskes TNI dan Polri. “Tim dokter dan paramedis dari TNI dan Polri sudah tiba sore ini di Agats dan siap untuk dideploy ke Distrik-Distrik,” kata Dansatgaskes TNI Brigjen TNI Asep Setia Gunawan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dansatgaskes TNI memyampaikan bahwa Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI segera melaksanakan tugas ke Distrik-Distrik Kabupaten Asmat dengan melakukan pengamatan dan pengobatan selama 5 hari. “Tim ini segera mencari pasien yang menderita campak dan gizi buruk ataupun temuan penyakit lainnya,” ujarnya.
 
Di dalam rapat evaluasi tersebut, dr. Wayan, Sp.A koordinator spesialis anak dari Kemenkes RI turut menyampaikan beberapa masukkan yang berkaitan dengan perbaikan manajemen RSUD Agats meliputi pencegahan dan pengendalian infeksi, managemen fasilitas serta pengelolaan limbah di RS. “Kendala utama yang ditemukan adalah nasehat dokter yang disampaikan kepada pasien tidak dilaksanakan sesuai diharapkan, begitu juga dengan desakan keluarga pasien yang selalu minta segera pulang,” ucapnya.
 
Dengan kehadiran Tim Gabungan Satgaskes TNI yang terdiri dari para dokter spesialis dan paramedis dari TNI, Polri dan Kemenkes RI diharapkan wabah campak dan gizi buruk ini dapat diselesaikan dengan baik mulai dari fase tanggap darurat hingga fase selanjutnya. “Masyarakat perlu tahu bahwa tim dokter yang tergabung dalam Satgaskes TNI ini memiliki kemampuan dan pengalaman tugas di berbagai tempat baik dalam maupun luar negeri. Sehingga kita harus yakin bahwa wabah campak dan gizi buruk dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.(Rel)

Tags
beritaTerkait
Panglima TNI Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Negara
Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD
Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker