Senin, 27 April 2026

Hotspot Meningkat, Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan

Selasa, 22 Agustus 2017 10:38 WIB
Hotspot Meningkat, Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sesuai prediksi sebelumnya, titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan akan terus meningkat memasuki akhir Agustus hingga September mendatang. Meskipun di beberapa wilayah mengalami hujan di atas normal pada musim kemarau, bahkan terjadi banjir di Sulawesi, Kalimantan dan sebagian Sumatera, namun kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di beberapa tempat.
 
Pantuan satelit Terra, Aqua dan SNPP pada Selasa (22/08/2017) pukul 08.00 WIB  terdeteksi 538 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Hotspot terus meningkat di Kalimantan Barat dan Papua. Sebanyak 193 hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat, dan 143 hotspot di Papua. 
 
Sebaran hotspot 24 jam terakhir dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi per 22/08/2017 pukul 08.00 WIB adalah, Aceh  11 Banten 1, Jambi 1, Jawa Barat 19, Jawa Tengah 13, Jawa Timur 10, Kalimantan Barat 193, Kalimantan Selatan 11, Kalimantan Tengah 4, Kalimantan Timur 3, Kalimantan Utara 11, Kepulauan Bangka Belitung 12, Lampung 31, Maluku 4, Maluku Utara 2, NTB 7 NTT 48, Papua 143, Papua Barat 1, Riau 3, Sulawesi Selatan 40, Sulawesi Utara 1, Sumatera Selatan 8.
 
Kemungkinan jumlah hotspot di lapangan lebih banyak daripada 538 hotspot karena beberapa wilayah tidak terlintasi oleh satelit Terra dan Aqua sehingga beberapa wilayah blank spot seperti Aceh, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan NTT. 
 
Gubernur dari 6 provinsi telah menetapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan yaitu:
 
1. Riau berlaku 24/1/2017 hingga 30/11/2017.
2. Jambi berlaku 23/6/2017 hingga 31/10/2017.
3. Sumatera Selatan berlaku 31/1/2017 hingga 31/10/2017.
4. Kalimantan Barat berlaku 1/6/2017 hingga 31/10/2017.
5. Kalimantan Tengah berlaku 1/8/2017 hingga 14/10/2017.
6. Kalimantan Selatan berlaku 15/6/2017 hingga 30/11/2017.
 
Selain itu juga terdapat Kabupaten Aceh Barat menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan 10/7/2017 hingga 30/9/2017. Kebakaran hutan dan lahan di Papua terkonsentrasi di Kabupaten Merauke.  "Kebakaran hutan dan lahan ini diduga terkait dengan adanya pembukaan kebun besar-besaran di Merauke. Pantauan satelit menujukkan lokasi-lokasi hotspot berada pada bentang lahan yang terstruktur, rapi dan dalam area yang luas," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
 
Adanya penetapan siaga darurat mekanisme pengerahan bantuan lebih mudah karena ada kemudahan akses. Penanganan kebakaran hutan dan lahan lebih terkoordinasi. 
 
Secara umum penanganan kebakaran hutan dan lahan menunjukkan kemajuan. Tidak mungkin menihilkan hotspot dari seluruh wilayah Indonesia dalam sepanjang tahun. Luas lahan yang terbakar juga menunjukkan penurunan. Luas hutan dan lahan yang terbakar pada tahun 2015 sebanyak 2,61 juta hektar, pada tahun 2016 sebanyak 438 ribu hektar, dan tahun 2017 sekitar 20 ribuan hektar.
 
"Kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Puncak musim kemarau pada September sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan akan makin meningkat. Waspadalah," pungkas Sutopo.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Menteri LHK Beberkan Upaya Pemerintah Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan
Operasi Karuna Toba 2023, Polrestabes Medan Ajak Warga Pancur Batu Cegah Kebakaran Hutan
Tim Supervisi Polda Sumut Ajak Instansi Terkait di Binjai Cegah Kebakaran Hutan
Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan, Presiden Kembali Ingatkan Pangdam hingga Kapolda
Potensi Kemarau Panjang pada 2023, BNPB Siapkan Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker