Senin, 01 Juni 2026

Hujan Abu Selimuti Kawasan Gunung Sinabung

Rabu, 02 Agustus 2017 18:30 WIB
Hujan Abu Selimuti Kawasan Gunung Sinabung
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali erupsi, bahkan sejak Rabu (02/07/2017) pukul 08.09 Wib tadi pagi, tercatat 19 kali gunung yang berstatus Awas (level IV) menyembutkan awan panas.
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, hampir setiap hari gunung Sinabung meletus hingga 2-8 kali sehari. Karenanya, ribuan penduduk terdampak langsung dari hujan abu vulkanik akibat letusan gunung Sinabung.
 
Hujan abu juga menyebar di beberapa tempat seperti di Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung. Saat ini masyarakat memerlukan masker dan air untuk membersihkan lingkungan.
 
"BPBD Karo bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan SKPD lain, relawan, dan masyarakat telah membagikan masker, pembersihan jalan dan lahan, pembersihan aset-aset pemerintah (pasar dan tempat umum lainnya), dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memasuki zona merah," ucapnya.
 
Lebih lanjut Sutopo menyebutkan, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur gunung Sinabung. 
 
Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Mengingat telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol, bila tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.
 
"Karenanya BPBD Kabupaten Tanah Karo agar segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus," tegasnya.
 
Hingga saat ini lanjut Sutopo, masih tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK di 8 pos pengungsian. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian."Lainnya banyak yang tinggal di tempat lain di luar pos pengungsian. Kebutuhan sandang pangan secara umum terpenuhi," terangnya.
 
Sutopo menambahkan, masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah. Hingga kini tidak dapat diprediksikan sampai kapan gunung Sinabung akan berhenti meletus. Sebab, parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi, sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung.
 
"Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung secara umum sampai saat ini ditandai dengan Gempa Low Frequency < 10 kejadian/hari dan pertumbuhan kubah lava yang relatif kecil. Volume kubah lava berdasar hasil pengukuran 19 Juli 2017 sudah mencapai 2,3 juta meter kubik," pungkasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Pemko Gunungsitoli dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah
Terserang Hipotermia, Pendaki Gunung Sibayak Dievakuasi
Meiman Kristian Harefa Dilantik Jadi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli
DPRD Gunung Sitoli Gelar Paripurna Pengumuman Akhir Masa Jabatan Walikota dan Pengumuman Penetapan Walikota dan Wakil Walikota
Walikota Gunungsitoli Tinjau Launching Pemberian Makanan Bergizi Gratis
TP PKK Gunungsitoli Gelar Perayaan Natal 2024
komentar
beritaTerbaru
hit tracker