Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Beredarnya bibit cabai ilegal asal Cina, diduga mengandung virus yang sangat membahayakan tanaman petani. Untuk itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) diminta segera menyelidiki peredaran bibit cabai ini di Sumatera Utara. Hal ini diungkapkan Dosen Hukum Universitas Sumatera utara (USU), Syafruddin Kalo.
“Bibit cabai yang masuk secara gelap ke Tanah Air, harus diwaspadai sehingga tidak merugikan para petani yang ada di daerah,” kata Syafruddin, dilansir dari tribratanewspoldasumut.com, Selasa (31/01/2017).
Menurut Syafruddin, banyak petani yang mengalami kerugian akibat membeli bibit yang terkontaminasi dengan virus. Bibit tersebut tidak berkembang saat ditanam. “Hal seperti itu, diharapkan jangan sampai terulang lagi, karena telah menghancurkan perekonomian masyarakat,” sambungnya.
Dia menuturkan, karena itu masyarakat meminta pihak penegak hukum dan petugas karantina tanaman dapat memantau peredaran maupun penjualan cabai ilegal asal negeri 'tirai bambu' itu.
"Selain itu, institusi terkait juga dapat memonitor kedai maupun agen yang mamasarkan bibit cabai yang bercampur virus atau penyakit tanaman yang merusak tumbuhan lain. Penjualan bibit yang ilegal tersebut, tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum. Hal tersebut juga adalah pelanggaran terhadap hukum dan diberikan sanksi yang tegas untuk memberikan efek jera," imbuhnya.
Syafruddin berharap, kepolisian kiranya dapat bekerja sama dengan Dinas Pertanian, untuk melakukan razia dan penertiban peredaran bibit cabai yang mengandung virus tersebut.
“Bupati maupun Walikota harus ikut mengantisipasi peredaran bibit cabai yang bercampur virus, karena dapat mengganggu kesehatan manusia, dan juga merugikan masyarakat,” harap pemerhati pertanian ini.
Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mewaspadai keberadaan bibit cabai yang didatangkan secara ilegal dari Cina karena mengandung virus yang membahayakan tanaman itu. (BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar