Senin, 27 April 2026

Kemenag Luncurkan Al Quran Bahasa Ibu dan Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara

Selasa, 20 Desember 2016 06:45 WIB
Kemenag Luncurkan Al Quran Bahasa Ibu dan Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara
BERITASUMUT.COM/IST
Menag Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan Terjemahan Al-Quran Bahasa Ibu (Daerah).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Agama melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kemenag meluncurkan buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan Terjemahan Al-Quran Bahasa Ibu (Daerah) yaitu; Bahasa Batak Angkola, Bahasa Toraja dan Bahasa Mongondow di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag Jalan M.H THamrin No. 6, Jakarta, Senin (19/12/2016).
 
Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditandai dengan menempelkan telapak tangannya di icon telapak tangan layar monitor disaksikan Kepala Badan Litbang dan Diklat, Abdurrahman Mas'ud.
 
Dalam sambutannya, Menag mengatakan, 4 produk yang diluncurkan sangat bermanfaat dalam rangka penguatan budaya Nusantara dan Penguatan Karakter Bangsa. Menurutnya, Buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara yang diluncurkan, memuat entri para pemuka enam agama. Ini sangat bermanfaat sebagai penyedia data dan informasi mengenai sejarah hidup para pemuka agama dalam berbagai aspek, minimal secara akademis, sosiologis dan kultural.
 
Secara akademis, kata Menag, buku ini bisa dijadikan rujukan biografis pemuka agama sebagai aktor penting dalam pembinaan umat beragama.Secara sosiologis, dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih beliau. Dan secara kultural, mampu menjadi alat perekat yang memerankan fungsi edukatif, peneladanan dan penguatan Peradaban Nusantara.
 
"Harapan kami, buku ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam upaya penciptaan tata hubungan yang kondusif antarumat beragama, untuk penguatan NKRI," kata Menag dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.
 
Menag melihat, terjemahan Al-Quran ke Bahasa Ibu mempunyai beberapa manfaat utama.Pertama, memberi layanan keagamaan bagi masyarakat yang tidak akrab dengan Bahasa Indonesia; kedua, penterjemahan ini diharapkan membantu pelestarian dan pemeliharaan budaya lokal, utamanya bahasa agar tidak punah.
 
Sebelumnya, Abdurrahman Masud mengatakan, Badan Litbang dan Diklat telah meluncurkan Terjemahan Al-Quran dalam 9 bahasa Ibu. Selain bahasa Batak Angkola, Toraja dan Mongondow, sebelumnya, telah diluncurkan Terjemahan Al-Quran dalam Bahasa Sasak, Makassar, Kaili, Jawa Banyumas, Minang dan Dayak Kanayant."Saat ini dalam proses penyelesaian Terjemahan Al-Quran Bahasa Bali, Ambon dan Banjar Kalsel. Insya-Allah awal tahun depan sudah selesai dan bisa segera diluncurkan," pungkasnya. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Wujudkan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemko Binjai Bersama PA Kota Binjai Laksanakan Penandatanganan Kerjasama
Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai
Menbud Fadli Zon Harapkan Warga Aceh Jaga Harmoni Budaya dan Agama
MK Tegaskan Perkawinan di RI Harus Berdasarkan Agama atau Kepercayaan
MK Tutup Ruang bagi Warga untuk Tidak Beragama atau Berkepercayaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker