Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor menerima kedatangan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diwakili Rizaldi Ishak, korban tawanan perampokan Somalia Sudirman Sitorus dan pihak keluarga di Ruang Kerja Bupati, pertengahan pekan kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaldi menyerahkan korban Sudirman kepada Bupati Humbahas untuk diserahkan kepada pihak keluarga. "Sudirman telah kami serahkan langsung kepada Bupati Humbahas untuk diserahkan kepada keluarga," ujar Rizaldi seperti dilansir dari laman resmi humbanghasundutankab.go.id.
Seperti diberitakan, bahwa kelompok perompak Somalia akhirnya membebaskan 26 pelaut asal beberapa negara di Asia yang disandera sejak 2012 tahun yang lalu. 5 sandera perompak Somalia merupakan WNI, sedangkan lainnya berasal dari Filipina, Kamboja, Vietnam dan Taiwan.
Rizaldi menambahkan, hanya empat WNI sandera Somalia yang dapat kembali pulang ke Tanah Air. Mereka adalah Sudirman Sitorus, Supardi, Adi Manurung dan Nelson Pasileron. Sedangkan satu WNI lagi meninggal dunia akibat terserang penyakit Malaria. Penawanan telah berlangsung selama 4 tahun 7 Bulan.
Sementara itu, Bupati Humbahas selanjutnya menyerahkan Sudirman kepada pihak keluarga.“Tadi Sudirman Sitorus telah kita pulangkan kepada pihak keluarga, untuk kembali berkumpul bersama, setelah 4 tahun 7 bulan terpisah dari keluarga. Sudirman disambut dan diterima orangtuanya bersama Bapa Udanya," terang Bupati.
“Kita mengucapakan terimakasih kepada Pihak Kementerian Luar Negeri yang selalu mendampingi Sudirman pasca pemulangan korban tawanan Somalia.Pihak Kemenlu langsung menghantarkan Sudirman Sitorus warga Desa Matiti I, Kecamatan Doloksanggul, Humbahas ke Kantor Bupati,” sambung Dosmar.
Sudirman merasa bahagia dan bersyukur bisa kembali pulang kekampung halamannya setelah disandaera oleh perompak Somalia selama 4 tahun 7 bulan. Menurut Sudirman kejadian itu terjadi pada tanggal 26 Maret 2012 pada pukul 2 malam."Kami ada 29 orang beserta kapten dan korban tawanan meninggal 3 orang, 1 orang ABK kapal meninggal ditembak di tempat, 2 orang meninggal pada saat penawanan karena sakit malaria".
“Kami semua ada 6 Negara, 1 orang dari Negara Taiwan, dari Cina 9 orang, 3 orang dari Negara Vietnam, 4 orang dari Kamboja, 5 orang Pilipina dan 4 orang dari Indonesia.Selama 1 tahun 5 bulan kami ditawan di kapal kami, setelah tenggalam kami dibawa oleh orang Somalia kedaratan, lokasi penawanan berada di hutan dan berpindah pindah, semua tawanan laki-laki. Lokasi ini terjadi di kawasan Samudara Hindia di perairan Somalia. Kapal kami bersandar dari Perairan Afrika sebagai lokasi ship kami."
“Pada tanggal 27 September 2016 dan kami dibebaskan dari tawanan Somalia dan 31 September 2016 dan dijemput tim dari Kemenlu. Saya bersukur bisa pulang kesini dan sangat bangga kita sudah terima dan dilayani dengan baik oleh Kemenlu serta staf semua dan saya hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih," papar Sudirman menceritakan.(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar