Jumat, 24 April 2026

Sajian Ritual Topeng di Jong Batak Art Festival TBSU

Selasa, 25 Oktober 2016 07:35 WIB
Sajian Ritual Topeng di Jong Batak Art Festival TBSU
BERITASUMUT.COM/IST
Jong Batak Art Festival.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Event budaya yang digelar untuk merangkul generasi muda supaya lebih dekat kepada identitas bangsa bertajuk Jong Batak Arts Festival kembali digelar di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), Medan, dari mulai Selasa (25/10/2016) hingga Jumat (28/10/2016) mendatang.
 
Direktur Jong Bataks Arts Festival #3, Ojax Manalu menyebutkan, berbeda dari sebelumnya, kali ini konsep yang diusung penyelenggara, berupa ritual topeng dalam seni pertunjukan.Pemilihan konsep topeng tersebut telah digagas dan didiskusikan secara matang dari berbagai referensi dan literatur batak. Selama berbulan-bulan kata dia, konsep ini dikaji secara teoritis, filosofis dan praksisnya dalam konteks kekinian.
 
Selain itu, Ojax menjelaskan, topeng juga menjadi ikon untuk mengekspresikan gelombang rasa diri. Topeng menjadi sesuatu yang bisa hidup dan menghidupkan."Topeng memiliki sejarah yang amat panjang dari zaman ke zaman, sangat besar potensinya menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di tanah batak. Dalam setiap upacara selalu ada ritual yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi seni pertunjukan untuk mempromosikan tanah batak sebagai surga yang hilang," ungkapnya, Senin (24/10/2016).
 
"Apalagi Batak, dalam sejarahnya banyak mengalami dinamika dan pergolakan yang menghabiskan energi kreatif. Sehingga, Jong Batak Art Festival hadir dengan tekad dapat membangun jembatan untuk mempertemukan berbagai pihak yang ada disekitaran Danau Toba," sambung Ojax.
 
Sementara itu, Sekretaris Jong Bataks Art Festifal #3 Agus Susilo menambahkan, digelarannya yang ketiga ini Jong Bataks akan menghadirkan di atas panggung karya-karya generasi muda dalam merespon kebudayaan leluhurnya.Sebanyak 48 komunitas yang berbasis kultur, ujarnya, mencoba menterjemahkan konsep ritual topeng Batak dalam seni pertunjukan dengan melahirkan berbagai macam bunyi, gerak, rupa dan tatanan visual. Bukannya sekedar hal yang berbau mistis melainkan banyak inspirasi untuk memaknai, merawat, dan menghidupkan tradisi.
 
"Selama empat hari masyarakat luas dapat menikmati sajian ritual topeng yang bisa beradaptasi dengan jiwa pemuda masa kini. Selain itu, dipesta budaya ini kita juga bisa menyaksikan pameran kuliner tradisional, produk-produk lokal, seni rupa, kreatifitas seni pelajar, hingga pertunjukan interdisipliner seni," pungkasnya. (BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Negeri Para Ketua Siap Ditonton Besok
Limbah Kerang Jadi Batako Penghasil Listrik di Tangan Mahasiswa
Dikawal Pemuda Batak, Ibadah Perayaan Natal di Gereja GMI Musa Marindal Berjalan Hikmat
Pemko Medan Apresiasi Perhelatan Jong Batak Arts Festival X
DPP Horas Bangso Batak Apresiasi Gerak Cepat Polrestabes Medan Tangkap Penyebar Berita Bohong Boasa Simanjuntak
Ketum DPP JBMI Arif Rahmansyah Marbun Sebut Falsafah Dalihan Na Tolu Modal Masyarakat Sumut Jaga Toleransi dan Nilai Pancasila
komentar
beritaTerbaru
hit tracker