Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ratusan warga Desa Stungkit mendatangi proyek bronjong di aliran Sungai Wampu, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016). Kedatangan ratusan warga sontak membuat para pekerja nyaris kabur. Pasalnya, warga meminta kepada pihak CV Ramiro selaku pelaksana proyek agar tidak mengerjakan pengorekan bronjong secara manual.
“Kita minta dikerjakan dengan alat berat (beko), bukan dikorek manual. Karena kalau dikerjakan dengan beko, kerukan disepanjang sungai terlihat rapi, tapi kalau dikerjakan secara manual jelas terlihat tidak rapi dan terkesan asal-asalan,” ungkap Uden, salah seorang warga yang merasa tidak puas dengan proyek senilai Rp 1,3 Milyar tersebut.
Informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi tersebut merupakan penguatan tebing sungai yang dikerjakan sepanjang 150 meter tepian Sei Wampu dengan biaya sebesar Rp 1.360.298.000. CV Ramiro sendiri menargetkan pengerjaan ini akan selesai dalam waktu 4 bulan. Kekesalan warga memuncak saat beredar isue jika proyek bronjong tersebut bersumber dari APBD Provinsi dan CV Ramiro merupakan perusahaan kolega Bupati Langkat.
Sementara itu, pihak pengawas proyen yang enggan menyebutkan namanya, mengakui proyek yang dikecam warga ini memang pada pengerjaannya sudah menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan.(BS08)
Tags
beritaTerkait
komentar