Sabtu, 02 Mei 2026

Inilah Temuan Tim Pengawas Terhadap Perusahaan Katering Haji di Mekkah

Rabu, 17 Agustus 2016 17:15 WIB
Inilah Temuan Tim Pengawas Terhadap Perusahaan Katering Haji di Mekkah
BERITASUMUT.COM/IST
Makan katering haji
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-PPIH Arab Saudi telah membentuk tim pengawas katering yang terdiri dari 5 pakar kuliner dan ahli tataboga yang juga tenaga pengajar dari Sekolah Tinggi Pariwisata (SPT) Bandung. Mereka adalah Mandradhitya Kusuma, Anwari Masatip, Rahdiwansyah, Dhonny Yusuf, dan Saripuddin. Selain itu, ada juga dua orang ahli sanitasi dan surveilance (sansur) dari Kementerian Kesehatan yakni Sayekti dan Mugi Wahidin.
 
Seperti dilansir dari laman resmi kemenag.go.id, Rabu (17/07/2016), sepekan melakukan pengawasan di 11 dapur penyedia layanan katering jemaah haji Indonesia, tim ini menemukan beberapa catatan. Secara umum, Mandraditya Kusuma Putera selaku perwakilan tim pengawas meminta seluruh penyedia layanan katering untuk komitmen pada koki (chef) yang harus berasal dari Indonesia dan masalah penggunaan food warmer (penghangat makanan) dalam proses distribusi dari dapur ke hotel jemaah.
 
Secara khusus, Mandraditya memberikan catatan kepada tiga katering, yaitu Rimas Katering, Ruwath Makkah, dan Syalal Asia. "Dari hasil pengawasan yang dilakukan pada tanggal 11 Agustus lalu, kami menemukan koki dapur tidak mempunyai kompetensi yang memadai dan ini harus segera diperbaiki. "
 
"Selain itu, tim sansur juga mendapati beberapa fasilitas dapur tidak dalam kondisi bersih sesuai standard. Kami sudah membuat teguran lisan agar Rimas bisa segera memperbaiki. Kita akan lakukan visitasi ulang untuk Rimas. Deadlinenya adalah besok dan kita minta semua sudah siap sesuai kontrak," paparnya menambahkan.
 
Problem utama dapur Ruwat Makkah saat divisitasi adalah masalah sanitasi. Adapun kokinya, sudah mempunyai kemampuan yang bagus dalam memasak. "Kami akan visit lagi dan berharap masalah sanitasi sudah beres. Kami percaya dengan kualitas dan rasa makanan. Hanya selain itu, masalah sanitasi juga sangat penting," terangnya.
 
Untuk dapur Syalal Asia, tim pengawas mencatat masalah yang terkait dengan sanitasi dan perlengkapan. Di samping itu, freezer tempat menyimpan makanan juga perlu diperbaiki dan dibersihkan. "Perlengkapan tungku nasi masih kurang karena baru dua. Minimal ada empat dan besok saya minta sudah siap," jelas Mandraditya.
 
Terkait temuan ini, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat kembali menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan visitasi ulang dan meminta agar semuanya sudah siap sesuai kontrak. "Kami tidak mau mendengar lagi jawaban akan disiapkan. Jika masih belum siap, kami akan melakukan tindakan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan kami blacklist," pungkasnya. (BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Menag RI Tinjau Dapur Katering Jamaah Haji, Lukman Saifuddin: Makanan Harus Diolah dengan Baik
Proses Penyediaan Katering Jemaah Haji di Saudi Sudah Selesai
Tiga Perusahaan Katering di Makkah Dapat Teguran Keras
komentar
beritaTerbaru
hit tracker