Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kasus kerusuhan antara warga Desa Lingga di Mapolres Karo, Jumat (30/07/2016) lalu menelan satu korban jiwa bernama Abdi Sahputra Purba (31) warga Desa Lingga. Hingga kini keluarga maupun warga Desa Lingga belum mengetahui pasti penyebab kematian pemuda tersebut. Meskipun kabar yang santer terdengar menyebutkan, kematian Abdi Purba akibat ditembak oknum polisi.
"Hasil otopsi tentang penyebab kematian Abdi Purba dari RS Bhayangkara, hanya untuk pro justitia (penyidikan) dan tidak bisa dibuka untuk umum. Hasil otopsi baru bisa dibuka di dalam persidangan," kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kamis (04/08/2016).
Terkait hasil pemeriksaan Kapolres Karo AKBP Parasian Sitio dan 30 orang anggotanya oleh Propam Mabes Polri, Rina mengatakan masih ditangani tim dan belum diketahui hasilnya."Apakah tindakan yang dilakukan Polres Karo dalam menghalau anarkis massa sudah sesuai Standard Operasi Prosedur (SOP) atau tidak, belum dapat infonya dan masih ditangani tim," jelasnya.
Demikian juga terkait pengrusakan pos polisi dan alat-alat berat di areal relokasi pengungsi Sinabung, juru bicara Poldasu itu mengatakan, baru enam orang saksi yang dimintai keterangan dan belum ada tersangka.Namun, Rina tidak menjawab apakah kasus pengrusakan pos polisi dan pembakaran alat berat itu dilanjutkan keranah hukum atau tidak.
Sebelumnya, Kapolres Karo, AKBP Pangasian Sitio mengaku sudah diperiksa Div Propam Mabes Polri dan Propam Poldasu bersama 30 anggotanya. "Tim Propam Mabes Polri dan Polda Sumut sudah memeriksa saya termasuk 30 anggota saya. Kami sudah kasih keterangan sesuai kejadian yang sebenarnya," kata AKBP Parasian Sitio.
Parasion mengaku, tindakan yang dilakukan sudah sesuai SOP karena anggota paham bagaimana cara mengantisipasi kerusuhan terutama bila keselamatan petugas kepolisian terancam."Saya sudah 19 tahun jadi polisi dan lama di Jakarta. Jadi saya sudah paham betul bagaimana menangani kerusuhan. Mulai dari masa tenang, mulai anarkis sampai overmark (terdesak). Jadi saya yakin kami tidak menyalahi SOP," katanya.
Dia menambahkan, dalam peristiwa itu, bukan hanya warga yang mengalami luka, tetapi lima anggota Polres juga terluka akibat dilempari dengan benda keras."Bukan hanya warga yang terluka, lima anggota kita juga terkena lemparan batu," ungkapnya.
Melihat massa sudah semakin brutal, sambung Parasian, pihaknya terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara agar massa tidak menyerang Mapolres. “Kekuatan kita saat itu cuma 75 orang, sementara warga sekira 200 orang, sehingga kita harus melakukan tindakan tegas dengan melepaskan tembakan peringatan keudara. Tapi massa tidak perduli," katanya mengakui, memerintahkan anggota untuk melakukan tembakan ke udara.Sementara terkait kematian Abdi Purba, Kapolres mengatakan, masih diselidiki penyebab kematiannya.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar